2NK DEPRESSION

2NK DEPRESSION

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 1, 2020
Sashi Kirani gadis berusia 15 tahun sekolah kelas 1 SMA dengan kemampuan yang luar biasa bisa dibilang multitalenta juga mempunyai fisik yang cukup sempurna dibanding teman² seusianya. Namun terlahir di keluarga yang bisa dibilang kurang beruntung bukan ekonomi tapi perhatian. Tuntutan² orang tua, lebih mementingkan prestasi anaknya dari pada mentalnya. ~Okeh jangan lupa baca ya guys. Terus jangan lupa vote and komen. Karna satu vote dari kalian sangat berguna buat author. Terus komen jangan lupa. Rajin baca kalo autor upp. ~Minta kritik dan sarannya ya. Soalnya author pemula ~Kalo author up nya lemod, berarti author lagi sibuk. Makhlum anak sekolah. START : 27 Oktober 2020 FINISH : - By : Putri Olivia R. Tq readers. Happy Reading♡
All Rights Reserved
#49
orang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • ⓂⒺⓃⒹⒶⓀⒾ ⓀⒶⓀⒾ ⓁⒶⓃⒼⒾⓉ
  • Kalaya [END]
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • IMPERMANENT || Huang Renjun✔
  • Syafira || End
  • Esya {TERBIT}
  • pulang untuk ayah (End)
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines