Seharusnya

Seharusnya

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Gak ada yang tau, kapan mimpi itu menjadi nyata. Kita pun gak tau, kapan kita senang, kapan kita sedih, kapan kita merasa kehilangan, dan.. kapan kita mati. Setiap langkah, memiliki tanggung jawab yang besar. Tidak jarang mengalami penyesalan. Setiap keputusan selalu menentukan kemana kita akan pergi. Kemana kita akan tumbuh. Kemana kita akan hidup dan berkembang. Kemana kita akan hilang. Nama nya Linka. Perempuan yang terkurung dalam bayang bayang penyesalan. Ia telah berhasil mewujudkan mimpi nya. Ia juga merupakan perempuan yang sukses. Tapi, tidak ada kesenangan yang nampak di wajah nya. Hidupnya penuh dengan penyesalan. "Seharusnya" merupakan cerita tentang bagaimana Linka melewati setiap penyesalan yang ada. Bergantung pada setiap keputusan yang dikeluarkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Para Pemilik Nama
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Hope Was My Mistake
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • AKHIR DARI PERJUANGAN (Season 1KISAH CINTA YANG BELUM SELESAI)
  • Reta_Rega  || End ||
  • DIARY AURIN(TAMAT)
  • Senja Yang Sunyi
  • Bucin Ala Al [END]

Seorang pendiam bisa saja menyimpan berjuta rasa dalam dunianya. Kadang setiap tempat yang dipijak memiliki sebuah nama yang digantungkan. Maka ketika semakin banyak tempat yang dilangkahi akan semakin banyak nama yang harus dikenang kembali. Adakalanya mereka indah dan menyebabkan hati mencintai. Ke depannya bagaimana untuk memilih jika dituntut agar hanya memiliki satu? Daripada merusak budi mereka yang suci, lebih baik menjaganya dan mengatakan ketika waktu telah tiba. Tidak sampai di situ, permasalahan akan terus ada. Setiap kali memilih akan selalu ada pertanyaan, "apakah benar dia yang terpilih?", "apakah yakin tidak akan melihat orang berikutnya ketika sudah menentukan pilihan?", "apakah pilihanmu akan menjadi pelita hati atau hanya akan menjadi kobaran api?" Terkadang apa yang semestinya terjadi akan datang di waktu yang benar dan tepat. Tapi sebaiknya jangan terburu-buru, hari esok tetap tidak ada yang tahu. Sebuah cerita yang ditulis atas sebuah fenomena. Kala banyak sekali orang yang telah pergi, banyak yang tak lagi dapat dimiliki, dan banyak orang yang melukai diri sendiri. Cerita untuk mereka yang tersesat karena tak lagi dapat melihat dengan tepat. Doa untuk semua agar selalu selamat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines