Arangga Nurharir

Arangga Nurharir

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Tue, Nov 9, 2021
Tidak biasanya angga terlambat ke sekolah dia kesiangan karena semalaman dia bergadang mendata siswa maklum lah dia kan ketua osis jadi super sibuk saat dia sampai di gerbang dan ia berlari mendekati kelasnya ia melewati kelas X ipa 2 saat itu tidak sengaja angga menabrak perempuan yang ternyata dia bela, perempuan yang sempat ia tolong, brak suara buku berjatuhan buku yg di pegang bela berserakan bela berdengkus kesal "Kaka sengaja ya nambrak bella" tatapan bella penuh dengan ketidak sukaan "Eh maafin gue, gue gasengaja bel ,gue bantuin beresin buku buku lo ya" " gausah bella bisa sendiri" bela pun mengambil buku yang berjatuhan itu lalu dia pergi meninggal kan angga dengan membuang kan muka Saat itu angga terdiam membisu ia heran dengan sikap gadis dihadapan nya itu " gadis aneh, harusnya bersyukur mau gue bantuin malah kaya gtu" dalam hati angga berbisik Setelah itu angga segera berlari menuju kelas nya beberapa jam kemudian bel istirahat pun berbunyi dan angga pun segera keluar kelas, tetapi saat dia menuju keluar kelas ada laki laki yang memanggil nya "Angga" sapa aldo sahabat nya Angga pun merbalik arah " apa do?" " sini gue mau ngomong penting sama lo kita omongin nya di belakang sekolah sekarang" "Okey" Aldo dan angga pun segera berjalan menuju belakang sekolah " Ga kemaren gue liat pacar lo jalan sama cowo, tapi muka cowok nya ga asing sih kayanya gue pernah liat muka cowo itu di sekolah ini" " Hah udah deh jangan Ngadi Ngadi gamungkin lah, lo jangan manas manasin gue buat mutusin Lolita ya" angga terlihat keheranan dan tidak percaya itu tapi dia teringat sesuatu, kemarin dia menelepon Lolita sama sekali Lolita tidak menjawab telpon nya sepintas ia berpikir negatif tapi ia kembali bangkit dan meninggal kan aldo yang berkali kali meyakin kan nya. Angga pun segera berjalan menuju kantin sekolah dia bertemu Lolita Jangan lupa follow ig aku watie019
All Rights Reserved
#21
rian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Argithan √
  • They Don't Know About Me!!!
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Legatha [END]
  • BABAK TERAKHIR
  • Dia Anggana.
  • ice bear kesayangan
  • Albel
  • Hidden love At School

"Please, Pak. Ara beneran nggak mau di cincang sama kaprog gila, Paaak!!!" Pasang senyum sejuta byte, akhirnya pak ojol menyerah. Ia menepikan motornya. Kemudi motor beralih ke tangan. Ara tersenyum puas harapannya terpenuhi. Saatnya beraksi. "Aduh, mbak..., jantung Pak Ojol mau copot!!!" Belum banyak beberapa menit, telinga Ara sudah dicemari oleh teriakan dari si pemilik motor. Tak peduli dengan itu, Ara menancapkan gas lebih banyak lagi. "Awas, mba eee! Bakul krupuk!" Bodoamat, Pak! Wkwk. Bibir Ara mengencang menyesuaikan gas yang ia tarik. Bakul krupuknya aja yang nggak tau diuntung. Memakan banyak tempat, huhhh. Berbelok ke area sekolah dan mengakhirinya dengan mengerem mendadak. Membuat Ara sediki tersungkur ke depan akibat tekanan tubuh dari si penumpang. "Aduh, Mbaknya ... cantik-cantik naik motor, kok, kayak orang kesurupan!" Pak Ojol mengusap-ngusap dadanya. Tenang, Pak. Masih idup, kan? Ara tak menggubris, ia mencopot helm yang menaungi kepala Ara dan memberikan ke pemiliknya. Ia menyodorkan uang pas ke pak ojol. "Thanks, ya, Pak!" Pak ojol menggelengkan kepalanya. Darahnya sor-soran, jantungnya deg-degan. Bocah SMK mengajak pak ojol mau mati. Haduh! Ara berlari kecil menuju kelasnya. Koridor cukup sepi. Untungnya, di gerbang tidak ada BK ataupun satpam, si Gatol botak! "Ternyata, selain jadi murid bar-bar, kamu juga jadi pembalap." Tepat sekitar enam meter dari jaraknya Ara, si kaprog gila itu sedang berjalan di belakangnya. Bersuara dengan mistisnya, Ara menjadi was-was. Masalah apa lagi, ya, Allah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines