Wajah sendu itu terlihat lagi di wajahnya yang biasanya angkuh. Dan aku hanya disini hanya bisa menjadi penonton. Dia terlihat kecewa dengan penolakan orang itu lagi. Ini bukan hal baru. Kadang aku bertanya-tanya, sampai kapan ia akan berbuat jahat agar bisa mendapatkan gadis itu? Sampai mana ia akan melakukan hal licik yang sia sia belaka? sampai kapan aku jadi penonton setia yang mengamati kehancurannya?
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
dalam kisah ini hanya akulah yang berjuang, sedangkan kamu, memikirkannya saja sepertinya tidak.
selamanya kebahagiaan sementara ku ini akan diingat sebagai rasa kasihan darimu semata