Janji, Ya?

Janji, Ya?

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 23, 2020
"Lo cuma harus nganterin gue ke sekolah atau kemanapun sebutuhnya gue. Bayarannya, lo bisa makan enak dari hasil masakan gue." Zecara Melanieㅡgadis yang sebelumnya sempat tersandung masalah itu sudah menemukan solusinya sekarang. Kedua tangannya bersidekap dada dengan mata sayunya yang menatap lekat pada Gamma Arionㅡlelaki maniak segala jenis makanan manusia yang sekarang sedang terbaring diatas ranjang UKS karena terlalu rakus memakan seblak Mpok Tati. "Oke, gak masalah." "Janji, ya?" "Janji." Kedua jari kelingking itu bertautan. Gara-gara janji, mereka dekat. Karena janji, perasaan Gamma menjadi tidak karuan. Akibat janji, Gamma menjadi takut kalau perasaannya tak akan terbalas. Terlebih lagi, Mama Zeca lumayan dekat dengan Ayahnya. Gamma harus menjadi protektif untuk menjauhi Ayahnya dari Mama Zeca. Tapi masalahnya ... bagaimana caranya ia mencegah hubungan itu kalau Zeca sendiri mendukungnya? Sejak awal, keputusan Zeca selalu menjadi keputusan Gamma juga. Apakah Gamma harus egois untuk menentang keputusan Zeca? Ataukah ia harus mengubur perasaannya agar Zeca bisa bahagia dengan pilihannya?
All Rights Reserved
#204
mashiho
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Eramnesia
  • DeaSea
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • GHAVARI
  • ASSYA (TERBIT)
  • ALAGAM (SELESAI❤️)

Salah satu bentuk pembodohan diri adalah disaat aku tau kamu sedang menjaga hati untuk orang lain, sedangkan aku masih saja setia mencintaimu dari jarak dekat. *** "Kakak tau hal apa yang paling menyakitkan saat kita sedang merasa bahagia?" tanya Shella sembari menghapus air matanya yang mulai menetes kembali, sedangkan Arion hanya menggeleng tak tau. "Saat kita dibuat terbang setinggi-tingginya. Hanya untuk dijatuhkan kembali," lanjut Shella yang membuat Arion menatapnya bingung tak mengerti. Saat Arion ingin menggenggam tangan Shella untuk kesekian kalinya, lagi-lagi Shella menjauhkan tangannya lalu kembali menatap Arion dengan senyum yang bercerita tentang luka nya hari ini. °°^^°° "Hal sia-sia yang selalu ku usahakan adalah berusaha melupakan dirimu, disaat hatiku belum siap membuka hati untuk orang baru" ~Shella Novelia Az-Zachary "Terlalu menjaga, sehingga memilih menghindar walau rasa tetap ingin memiliki" ~Arion Lavi Pradipa Ini cerita pertama aku, semoga kalian suka ya. Jangan jadi readers ghost dong😭 pokoknya kudu vote dan komen. Aku maksa loh ya, MAKSA. Hahaha🤭 DI FOLLOW DULU YA,SEBELUM DIBACA KARNA AKAN ADA PART YANG DI PRIVAT. MAKASIH😙❤

More details
WpActionLinkContent Guidelines