Janji, Ya?

Janji, Ya?

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Mga Boto 25
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Nov 23, 2020
WpInfo
Fanfic
Oshi no Ko
"Lo cuma harus nganterin gue ke sekolah atau kemanapun sebutuhnya gue. Bayarannya, lo bisa makan enak dari hasil masakan gue." Zecara Melanieㅡgadis yang sebelumnya sempat tersandung masalah itu sudah menemukan solusinya sekarang. Kedua tangannya bersidekap dada dengan mata sayunya yang menatap lekat pada Gamma Arionㅡlelaki maniak segala jenis makanan manusia yang sekarang sedang terbaring diatas ranjang UKS karena terlalu rakus memakan seblak Mpok Tati. "Oke, gak masalah." "Janji, ya?" "Janji." Kedua jari kelingking itu bertautan. Gara-gara janji, mereka dekat. Karena janji, perasaan Gamma menjadi tidak karuan. Akibat janji, Gamma menjadi takut kalau perasaannya tak akan terbalas. Terlebih lagi, Mama Zeca lumayan dekat dengan Ayahnya. Gamma harus menjadi protektif untuk menjauhi Ayahnya dari Mama Zeca. Tapi masalahnya ... bagaimana caranya ia mencegah hubungan itu kalau Zeca sendiri mendukungnya? Sejak awal, keputusan Zeca selalu menjadi keputusan Gamma juga. Apakah Gamma harus egois untuk menentang keputusan Zeca? Ataukah ia harus mengubur perasaannya agar Zeca bisa bahagia dengan pilihannya?
All Rights Reserved
#6
foodie
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • GHAVARI
  • Arsyilazka
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • PHILOCALIST [On Going]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Perfect uncle ✓
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • DeaSea
  • ALEXON [END]
GHAVARI

Sejak awal, Ghava tidak pernah membayangkan namanya akan berdiri di depan barisan OSIS, memakai jas hitam dengan logo sekolah di dada. Ia anak yang lebih suka duduk di belakang, bercanda dengan teman, dan pulang tepat waktu untuk sekedar berlatih basket. Semuanya berubah karena satu formulir pendaftaran yang diisi diam-diam oleh temannya. "Biar seru aja Va. Masa OSIS isinya orang itu-itu lagi," ujar temannya kala itu, sembari tertawa dan menyerahkan berkas itu ke panitia tanpa sepengetahuan Ghava. Ghava mengira itu hanya lelucon. Sampai hari pengumuman. Nama Ghava Adimas Praharja tercetak paling atas. Terpilih sebagai Ketua OSIS periode ini. Bukan karena visi misi. Bukan karena pidato yang menggelegar. Tapi karena keisengan temannya yang berujung tanggung jawab besar. Di minggu-minggu pertama, Ghava kewalahan. Rapat yang tak ada habisnya, proposal yang harus dikejar deadline, acara Porsema yang menuntut dia turun langsung sebagai pemain basket sekaligus penanggung jawab supporter. Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman