Sebuah Takdir, Tembok Dan Jendela

Sebuah Takdir, Tembok Dan Jendela

  • WpView
    LECTURAS 182
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, nov 22, 2022
Ini tentang sebuah kisah cinta pemuda yang telah jatuh hati sejak lama. Namun, keberanian untuk mengungkapkan tak pernah ada. Hingga suatu waktu, entah bagaimana caranya. Ia bisa mendekati sang pujaan hati, walau hanya di jadikan pelampiasan oleh dia yang sedang patah hati. Mampukah ia mempertahankan cinta palsu gadis itu? Membuatnya dekat, sedekat tembok dan jendela. Yang berbeda tapi di satukan takdir?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sebelum Kau Mengetuk
  • NI MELONG
  • Cinta Datang Saat Peperangan
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Fate at the Edge of the sword
  • cinta yang tertuang dalam doa
  • Ketika Hati Bicara
  • Sekali Lagi
  • Perjuangan Dan Kesetian Cinta

Nia, seorang wanita yang berusaha menata hidupnya kembali setelah masa lalu yang penuh luka. Bersama putra kecilnya, ia membangun kehidupan baru jauh dari kota kelahirannya, membuka usaha nail art yang perlahan membawa ketenangan dan kebanggaan dalam dirinya. Meski terlihat kuat di luar, Nia menyimpan ketakutan dalam terhadap cinta dan pengkhianatan. Ia menutup hatinya rapat-rapat-bahkan kepada Roy, seorang pengusaha yang dengan sabar selalu ada untuknya. Namun perhatian dan ketulusan Roy mulai melunakkan dinding yang ia bangun selama ini. Justru saat Nia mulai menemukan ketenangan, bayang-bayang masa lalu datang mengetuk kembali. Kenangan yang selama ini dikubur muncul satu per satu, menggoyahkan keyakinannya. Di tengah keraguan itu, hadir Robby-pria berwajah tenang dengan tatapan misterius yang seolah bisa menembus luka-luka lamanya. Akankah Nia memberi kesempatan pada hatinya untuk merasakan cinta sekali lagi? Atau justru memilih bertahan dalam tembok yang ia ciptakan sendiri?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido