Princess: Way To Find a New Path

Princess: Way To Find a New Path

  • WpView
    Reads 2,540
  • WpVote
    Stimmen 293
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Nov. 7, 2020
WpInfo
Belletristik
Fantasy
Eve Alinea Putri, sang mesin pembunuh jenius para orang berkuasa. Bekerja sendiri, pembuat alat sendiri, dan identitas yang tak diketahui satu pun orang. Selama hidupnya, Eve tak pernah merasa kesepian. Tanpa orang tua, teman, atau pun kerabat. Tanpa seorang pun di dunia tahu identitasnya. Selalu hidup dalam bayang-bayang tanpa berharap bisa bersinar seperti matahari. Tapi, siapa yang sangka ketika Eve meninggal karena kecelakaan motor, ia akan merasa kesepian? Tepat ketika Eve berharap setelah kematiannya ia hidup kembali dengan kehidupan yang mengisi rasa kesepiannya, Eve tertarik ke dalam novel yang pernah ibunya bacakan sekali saat masih kecil. Satu-satunya novel yang sempat ibunya bacakan sebelum seluruh keluarganya terbunuh oleh pencuri sialan. Novel Sad Princess. Novel yang menurut Eve aneh karena berisi hal-hal sihir yang tak Eve mengerti saat kecil. Entah untuk sekarang, nyatanya yang Eve ingat hanya pemeran utama dibunuh ayahnya saat berumur delapan belas tahun. Alasannya? Karena sempat muncul di pesta sang ayah saat berumur sembilan tahun padahal tak ada yang melihatnya. Pertama kalinya pemeran utama bertemu sang ayah dan tepat saat itu keadaannya yang tersembunyi semakin terasa terancam nyaris tak bisa bebas. Parahnya, Eve tertarik ke tubuh bayi sang pemeran utama yang saat itu baru sebulan sejak dilahirkan. Seorang bayi yang bahkan tak bisa mengumpat menggunakan mulutnya dan harus diurus segala sesuatunya. Bagaimana Eve bisa hidup di dalam tubuh putri, sang pemeran utama sedangkan dia sendiri sudah meninggal sebelumnya? Lantas, jika Eve bisa bertahan. Bagaimana caranya merubah nasib agar tak bertemu sang ayah dan tetap hidup setelah melewati delapan belas tahun? Tolong, dirinya tak ingin merasakan kematian untu kedua kalinya. Atau setidaknya, jangan dalam perasaan sepi lagi.
Alle Rechte vorbehalten
#520
lightnovel
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Tyllie {END}
  • Twinblossom
  • Who Am I? {[TERBIT!!]}
  • ASRAR [TERBIT]
  • its me {LENGKAP}
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • figuran tranmigrasi (ON GOING)
  • Princess Story

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien