Gadira
  • WpView
    Reads 18,005
  • WpVote
    Votes 3,011
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 30, 2021
"Kita mungkin sama terlahir di dunia dengan telanjang tapi jalan hidup dan takdir kita pasti tak akan pernah sama." Adira gadis yang tak pernah ingin terlahir di dunia, orang tuanya selalu mendesaknya dengan tuntutan nilai yang tertulis di atas selembar kertas. Adira Zhafira gadis strict parents kehidupannya sehari-hari hanyalah belajar dan belajar. Ia tak memiliki teman ia juga tak mengharapkan ada seseorang yang mau berteman dengannya. Garpa Gwelion laki-laki yang selalu menutup matanya untuk semua hal yang tidak ingin ia lihat, bersikap seolah-olah tak pernah terjadi adalah keahlian Garpa. Ia di dewasakan oleh keadaan yang slalu mendesaknya membuatnya tau apa itu arti bersyukur. "Kamu bisa menutup mata untuk sesuatu yang tidak ingin kamu lihat, tapi kamu tak kan bisa menutup hatimu untuk sesuatu yang tak ingin kamu rasakan." "Yang paling keras ketawanya paling keras hidupnya," ujar Adira. "Ada banyak tangisan di balik tawa dan ada banyak kepedihan di balik keceriaan seseorang, gue paham." "Atau..." "Tuhan emang sengaja mempertemukan kita biar kita tau rasanya bersyukur." Garpa Gwelion. Bertemunya ia dengan laki-laki bernama Garpa Gwelion membuat banyak perubahan pada dirinya. Awalnya tak ada yang mengesankan dari Garpa tapi lama kelamaan rasa ini mulai timbul, rasa yang bercampur dengan luka. Ingin tau kelanjutannya ceritanya!? TAP TAP IKON BACA✨ HARAP FOLLOW AUTHOR SEBELUM MEMBACA. Start: 1 April 2021 End : -
All Rights Reserved
#5
asmarathon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semesta dan Lukanya [TERBIT]
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • ATHALARIQ
  • Happier or Sadder? [END] ✓
  • CARBIL
  • LEARA
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • ANTARA
  • I'm Broken (Lengkap)✓

[SUDAH DIBUKUKAN] "Ini hanya kisah tentang kami, tujuh luka yang beharap bisa berakhir bahagia." Hari itu, saat tujuh luka dengan masalah berbeda berhasil dipertemukan oleh semesta. Mengukir sendiri kisah mereka yang penuh luka, di atas lembar aksara dengan ribuan cara. Suka dan duka, tawa dan air mata, mereka lalui semua bersama-sama. Disinilah lembaran penuh luka mereka terbuka, selalu berharap ada akhir yang bahagia dari semesta untuk mereka semua. "Yang hilang dan tak mungkin akan kembali itu.. Kenangan, rumah, keluarga, cinta dan nyawa." Dari deret aksara yang penuh luka, biar mereka ceritakan, kisah pedih yang harus mereka lalui untuk bertemu dengan bahagia. "Dan pada akhirnya kita hanyalah tujuh luka yang berharap bisa berakhir bahagia." ©Indaheart, 2021[SELESAI]

More details
WpActionLinkContent Guidelines