RITUAL SEBELUM TIDUR

RITUAL SEBELUM TIDUR

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 1, 2024
Mencari jati diri ternyata memanglah menjadi rutinitas dari tahun ke tahun. Sosial media benar-benar tidak menyenangkan. Tahun ke tahun, memiliki sedikit teman ternyata lebih baik. Jangan asal komentar terhadap hidup orang lain. Kita tidak pernah tahu dia sesulit apa menghadapi pertengkaran dengan dirinya sendiri. Gundah dan keluh kesah adalah tumpukan pikiran yang ada sebelum menutup mata. Karena aku tak ingin membawanya ke pagi, maka sebelum tidur aku harus menuliskannya. Suka atau tidak suka, ini hanya tulisan untuk mengobati diri sendiri saja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • M E M O R Y  (On Going)
  • Embun Pagi
  • BAHAGIA [Open PO]
  • I Don't See This Love Ever Ending [Completed]
  • Hidup Untukmu, Mati Tanpamu
  • The Story About Us
  • Self Injury's(complete)✔
  • Di Kisahku : Aku adalah Tuhan! (Edisi Revisi)

Cerita yg tadinya gue pikir Cuma terjadi dalam sinetron yg gue liat ditelevisi. Yg alurnya sama sekali nggak gue duga dan gue sangka bisa gue alamin sendiri. Susah dan senang memang menjadi satu paket alur yg akan diterima saat kita masih hidup. Gue sadar itu. Karena nggak mungkin hidup itu Cuma seneng aja, begitu pun sebaliknya. Tetapi menurut gue, hidup gue ini lebih banyak susahnya sih dari pada senengnya. Hehe. Mungkin karena gue kurang bersyukur dengan segala nikmat yang udah Allah kasih ke gue. Bisa jadi. Tetapi kalau kalian yg mengalami apa yang gue alamin, mungkin kalian bakal pilih untuk bunuh diri atau lari dari semua kenyataan hidup kalian. Bukan maksud sombong dan sok bisa menjalani semuanya, tetapi memang hidup yg gue jalanin ini emang berat dan keras banget. Siapa pun temen deket gue yg gue curhatin masalah kehidupan gue pasti pada geleng-geleng kepala sendiri dan ngucapin supaya gue banyak bersabar menghadapinya. Keluarga, sahabat, bahkan pacar sekali pun cuma datang silih berganti dan mau mengakui status gue terhadap mereka pas mereka lagi butuh sesuatu sama gue. Haha. Sakit emang, tapi mau gimana lagi. Cuma rasa sabar yg bisa gue panjangin buat ngehadepin semua itu. and then satu hal yang gue inget n yakin sampai saat ini adalah nggak akan ada orang yang bisa gue percaya or gue jadiin tempat sandaran selain diri gue sendiri dan Allah SWT semata. Penasaran gimana kisah hidup gue? Lets check this out !!

More details
WpActionLinkContent Guidelines