ROMANSA RASA

ROMANSA RASA

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 30, 2020
Semilir angin menyibakkan rambut hitam legam milik Difa. Sesekali ia seka air mata yang kini mulai membasahi pipinya. Kabar yang ia tunggu sejak kemarin sudah ada di layar ponselnya. Namun, nyatanya tidak sesuai yang ia harapkan. Salahkah dirinya menanyakan kabar pada Kekasihnya sendiri? Fikri, dia berubah. Sejak 1 minggu yang lalu, ia selalu menghindar dari Difa. Padahal dirinya dan Fikri satu sekolah. Walau, jarak kelas mereka terpaut jauh. Tetapi, setiap Difa berpapasan dengan pacarnya, dia tak pernah sedikit pun menoleh. Rasa sakit terus terasa dalam hati Difa. Apakah sudah ada hati yang lain? Difa terus menutup wajahnya, mencoba menghilangkan jejak sakit hatinya. Air mata tak henti menetes. Hingga didengarnya langkah kaki yang kian mendekat. Difa Segera menghapus air matanya. Walaupun ia tahu, mata merahnya tak bisa dihilangkan. "Lo kenapa Dif?" tanya Adit, Adit memerhatikan Diffa lalu bertanya "Lo nangis? Kenapa? Sama siapa?" Tak ada balasan malah suara isakan yang terdengar semakin lama semakin kencang
All Rights Reserved
#22
difa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • BILAN [Terbit]
  • THE STORY [PROSES PENERBITAN]
  • Zafio (END)
  • Not You Or Me But We (End)
  • Stay With Me
  • My Bricks
  • If I Don't Hurt You (END)
  • Too Late To Realize (END)

"Nah kalo misalnya kita lagi jalan, dan kita ketemu tai, lo mau bagi dua gak sama gue?" tanya Geri "Pertanyaan bodoh macam apa itu Ger?" "Udah jawab aja. Gue serius, layak atau nggaknya lo sebagai manusia ditentukan dari gimana cara lo jawab pertanyaan ini" Gea memutar bola matanya malas "Yah nggak lah, buat apa juga nemu tai dibagi dua." "Nah bener kan" Geri meminum minumannya "Lo emang gak bisa berbagi. Sampe masalah tai aja lo serakah Ge?" "Yah buat apa juga tai dibagi dua Ger, kalo lo mau ambil aja udah" Gea membuka kaleng stenlis berisi kerupuk dan memakannya "Nah gitu dong, itu tandanya lo lebih mengutamakan gue. Makasih ya" Geri menepuk kepala Gea pelan Pacaran gak sehat? Begitulah pandangan orang-orang tentang hubungan Geri juga Gea.

More details
WpActionLinkContent Guidelines