Sound of the Wind

Sound of the Wind

  • WpView
    Reads 304
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 29, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Apakah mimpi itu adalah hal yang wajib untuk dicapai? Haruskah harapan serta cinta dipegang teguh dan dijunjung tinggi? Atau apakah semangat itu sesuatu yang patut dipertahankan? Di dunia ini, ada milyaran manusia dengan berbagai kisahnya, berupa-rupa segala kebahagiaan dan kesedihan. Mereka datang dan pergi begitu saja. Jika waktu dapat digulirkan ke belakang, tentu setiap manusia dengan penyesalan akan memperbaiki hidup di masa lalu untuk menghilangkan penyesalan itu hilang di masa depan atau bahkan tak pernah terjadi. Andai benar-benar ada, aku ingin mengulanginya ke waktu saat pertama kali mengenalnya. Story by LSGHall Start published: Oct 28, 2020 ON GOING
All Rights Reserved
#58
leeseunggi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • Khayalku
  • Antara Aksara dan Kata
  • And Then You Came (Completed)
  • Second Choice?
  • Memories
  • LEEANKA | COMPLETED
  • (COMPLETED)
  • Senja Dipenghujung Desember
  • SENJA ✔

Prolog - The Memory Between Us [Kenangan Antara Kita] Mereka bilang, waktu akan menyembuhkannya. Tapi dua tahun telah berlalu, dan Ling masih menatap keluar dari jendela kaca penthouse-nya, jemari menggenggam cangkir kopi dingin yang tak pernah ia habiskan. CEO. Pewaris. Tunangan dari seorang hantu. Dunianya runtuh sekali... Lalu kembali hancur saat ia dipaksa menikah dengan seseorang yang bahkan bukan miliknya sejak awal. Janji itu bukan untuknya. Pakaian itu juga bukan miliknya. Tapi nama di akta pernikahan? Ling Ling Kwong. Dan mempelai di sisinya? Orm. Tunangan adiknya. Itu seharusnya sementara. Sebuah kontrak. Hanya satu tahun untuk menjaga nama baik keluarga-lalu pergi. Tapi tak ada yang memberitahunya bahwa cinta tak tunduk pada kontrak. Dan tak ada yang memperingatkannya betapa kejamnya kenangan. Karena saat Ling akhirnya membuka hatinya lagi... Orm melupakan segalanya. Melupakan tawa mereka. Pertengkaran mereka. Janji mereka. Melupakan dirinya. Dan kini, Ling tak yakin masih punya kekuatan untuk kehilangan Orm sekali lagi. DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines