Sound of the Wind

Sound of the Wind

  • WpView
    Reads 303
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 29, 2020
Apakah mimpi itu adalah hal yang wajib untuk dicapai? Haruskah harapan serta cinta dipegang teguh dan dijunjung tinggi? Atau apakah semangat itu sesuatu yang patut dipertahankan? Di dunia ini, ada milyaran manusia dengan berbagai kisahnya, berupa-rupa segala kebahagiaan dan kesedihan. Mereka datang dan pergi begitu saja. Jika waktu dapat digulirkan ke belakang, tentu setiap manusia dengan penyesalan akan memperbaiki hidup di masa lalu untuk menghilangkan penyesalan itu hilang di masa depan atau bahkan tak pernah terjadi. Andai benar-benar ada, aku ingin mengulanginya ke waktu saat pertama kali mengenalnya. Story by LSGHall Start published: Oct 28, 2020 ON GOING
All Rights Reserved
#77
lffl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Traces in the Light
  • Senja Dipenghujung Desember
  • LEEANKA | COMPLETED
  • Pain of the Slayer
  • Antara Aksara dan Kata
  • Memories
  • (COMPLETED)
  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • Fading Out Flickers

Traces in the Light Sebuah kisah tentang kehilangan, pengorbanan, dan harapan. Sudah tiga tahun sejak Nandika dan Raya berjalan ke arah yang berbeda. Bukan karena cinta mereka telah padam, tapi karena saat bersama, mereka justru saling melukai. Kini, Nandika mencoba menata hidupnya kembali. Ia memutuskan pergi ke sebuah tempat yang damai dan menenangkan untuk berlibur beberapa bulan,berharap bisa berdamai dengan semua kenangan yang belum juga usai. Namun, di tempat sunyi itu... Sebuah pertemuan tak terduga mengusik luka lama yang belum benar-benar sembuh. Di kejauhan, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal-seseorang yang pernah mengisi harinya dengan cinta dan luka. Tapi ketika ia hendak memastikan, sosok itu lebih dulu pergi... meninggalkan pertanyaan menggantung di dadanya: "Apakah itu benar Raya... atau hanya bayangan dari rindu yang belum selesai?" Sementara itu, Raya hidup dengan ingatan yang tak lagi utuh. Ia mencoba menjalani hari demi hari, ditemani seseorang yang mencintainya tanpa syarat-yang selalu ada, bahkan saat Raya tak lagi tahu siapa dirinya dahulu. Dan di tengah terang yang samar, dua hati yang pernah saling menggenggam kini berjalan di garis yang nyaris bersinggungan. Apakah cinta yang pernah begitu kuat bisa menembus gelapnya ingatan? Atau justru... Takdir telah menyiapkan akhir yang lebih sunyi dari perpisahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines