Understand You and ME

Understand You and ME

  • WpView
    Membaca 22
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Okt 28, 2020
Gadis itu datang menghampiriku dan mengatakan, "Kau siapa?" ucapnya, bingung. Aku yang hanya bisa tersenyum hanya bisa memberikan botol air minum yang ada di tangan kiri ku. "Seriously? Tangan kiri?" ucapnya, bingung. Aku tertawa-tawa mendengar ucapan gadis yang bernama Killa. "Jadi lebih penting tanganku dibanding namaku? Kau lucu!" ucapku, menatap Killa lembut. "Oke, ini." Ucapku, kemudian memberikan minuman tadi dengan tangan kanan. Ia tersenyum singkat kemudian dengan cepat meminumnya. "Bagaimana? Segar?" tanyaku, bersemangat. Killa mengangguk cepat kemudian mengucapkan rasa terima kasihnya. "Gue, Riski." Ucapku, memperkenalkan diri. Killa yang menatapku langsung memberikan dua jempolnya kemudian pergi meninggalkan ku tanpa mengucapkan kata selamat tinggal. Aku yang hanya bisa menggapai angin, hanya bisa menatap kepergiannya. Sedih? Pasti. Kenapa? Aku tahu dia Killa karena dia adalah gadis yang ku cintai selama empat tahun lamanya. Namun, ia telah tiada. Pergi meninggalkan dengan egoisnya. Tanpa memberikan alasan. Yang kalian baca itu adalah pertemuan pertama kami. Aku menyukai dia Killa, I LOVE YOU
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#788
fantasy-romance
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BarraKilla
  • Lukisan Amerta Anyura
  • Waiting SOMEONE
  • Because I'm Stupid (End)
  • OLDER CRUSH!
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • ALSTARAN [END]
  • Im Yours.
  • HAPPIEST WOUND (SELESAI)✅

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan