AdeRa [End]

AdeRa [End]

  • WpView
    Reads 1,100
  • WpVote
    Votes 168
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 31, 2020
"Siapa cewek yang paling lo sayangi? awas aja kalo lo jawab 'bunda' lagi," "Rexa," Sial. Gara-gara keinget perkataan Altaf kok aku jadi aneh gini? Sebenernya wajar sih aku kan sahabatnya dari kecil sering kemana-mana bareng jadi ya normal-normal aja kalo dia sayang aku. Kenapa juga perasaanku ikutan berubah? Kenapa aku jadi berharap yang enggak-enggak. Aku jadi sering kepikiran, apa aku pantes buat dia maksudku lebih dari sekedar sahabat. Apa dia cocok buat aku? Apa aku..? Argh.. bisa gila aku lama-lama. Dan sialnya lagi jantung aku kaya ikutan marathon kalo lagi di deket dia. Perasaan dulu gak pernah deh, ni jantung kalem-kalem aja. Apa aku lagi sakit ya makanya gini? Yang gue takutin itu kalo aku suka sama Al. Bukan rasa suka sebagai sahabat yang semestinya atau sekedar perasaan sayang antara temen sama temen. Aih, takutnya dia ketawa kalo aku cerita soal ini. Dulu aku bisa membantah jika aku gak bakal suka dia dengan gampang. Sekarang, alih-alih membantah mengubur rasa itu pun aku tak bisa. No, pokoknya aku gak mau mengakui perasaanku. Oke. Kalo gini aku harus antisipasi, mundur dikit lah. Minimal membatasi diri takutnya kelewatan. Pura-pura gak liat. Pura-pura gak peduli. Gak mungkin kan aku suka sahabat sendiri? Ya, pastinya. Apalagi sekarang Al udah punya Ara. [Cerita ini diikutsertakan dalam WWC2020] Sumber Cover : Pinterest (Adrianne)
All Rights Reserved
#47
lomba
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penuaan (Dini) Arlea ✅
  • AYKA
  • Secret of Love
  • YOU
  • First Tuesday In September✔️
  • on my way (Crazy Bos) Republishing
  • ALFA
  • Orang Ketiga
  • ADVINES [TERBIT]
  • ANGKASA

[Diikutsertakan dalam Wattpadindo Writing Challenge] *Comedy-Romance* ××××× -Kala penampilan dan umur tidak sesuai- Mau bagaimanapun Arlea menyanggah, pasti saja lebih banyak yang tetap percaya pada bukti fisiknya. "Ya, beginilah La. Lebih banyak percaya mata dibanding telinga. Terus juga, lo makanya agak mau lah diajak perawatan dikit. biar nggak disangka tua. Udah mah penuaan dini, sifat juga kedewasaan amat." Setidaknya sang kakak mengerti, tapi.... Ia lebih banyak diomeli, sih. "Ck! Kakak tuh yang terlalu berlagak masih ABG, umur dah mau kepala tiga juga," amuknya sambil berlalu menuju kamar. "Bener-bener tuh bocah. Kena penuaan dini." Dirinya terdiam sebentar lalu bergumam, "tepatnya penuaan Arlea."

More details
WpActionLinkContent Guidelines