Athena Cahaya

Athena Cahaya

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 15, 2025
Keluarga Wibowo Praditya Nareswari adalah potret sempurna kebanggaan dan kesuksesan. Di balik nama besar itu, ada dua anak laki-laki yang selalu dibanggakan, dan satu rahasia yang tidak pernah mereka akui. Athena Cahaya adalah satu-satunya perempuan yang terlahir dari keluarga ini. Namun, ia tidak pernah diperkenalkan sebagai bagian dari keluarga Wibowo. Di mata dunia, ia hanyalah seorang gadis yang berjuang untuk hidup mandiri, jauh dari kemewahan dan dukungan yang seharusnya ia dapatkan. Ini adalah kisah Athena Cahaya. Tentang nama yang ia miliki, namun tidak bisa ia gunakan. Tentang keluarga yang ada, namun tidak pernah mengakuinya. Dan tentang perjuangan seorang diri di tengah dunia yang tak pernah tahu betapa rapuh dan pahitnya rahasia di balik senyum keluarga Wibowo Praditya Nareswari.
All Rights Reserved
#80
aya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Let Me Love You Longer
  • Bintang Kecil Diantara Derasnya Hujan
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • LAUT UNTUK LANGIT (END)
  • Langit untuk Asa
  • Athala (END)
  • Gadis Athanius

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines