Happines In Three Years

Happines In Three Years

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 1, 2022
"Saya punya satu permintaan" Ucap seorang pria lewat sebuah telepon genggam. "Permintaan apa?" Tanya sang lawan bicara. "Kamu tunggu saya dan tidak pacaran selama 3 tahun" jawab nya. "Maksud kamu?" tanya Vilya bingung. Tut... Sambungan telepon terputus sepihak dari seberang sana. Pria itu menggantungkan ucapan yang Vilya tak mengerti. 🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼 Gantung nih, next yah dibaca biar tau ceritanya hehehe... Penasaran? Ayo dibaca sekarang! Slow update :) Vote jangan lupa😍
All Rights Reserved
#300
labil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • Arsyilazka
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Takdir Cinta Aisyah
  • Keenasyaa (REVISI.)
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • My Dear,is the Perfect "Husband"
  • Ustadz Is My Husband
  • Soal Rasa 2
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines