Story cover for SECRETS by HayaNufus8
SECRETS
  • WpView
    Membaca 8
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 8
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Okt 29, 2020
Nathan, bayi tujuh bulan, cucu pertama keluarga Syawarie hilang. Diculik dari rumah mereka yang berada di perumahan elite dengan sistem keamanan yang ketat. Dari rekaman CCTV tampak seseorang berpakaian hitam membawanya. Tak tampak wajah, tapi polisi meyakini, sosok itu adalah wanita.

Ada tiga wanita di sekitar Nathan. Dengan kehidupan yang tak mudah.

Reni, ibu kandung Nathan, punya riwayat depresi karena masa lalu yang gelap. Bahkan suaminya menduga ia bisa berlaku kejam pada Nathan. Ia punya jadwal kunjungan ke seorang psikiater senior, tapi ia mengaku bosan menelan pil-pil yang membuatnya terus mengantuk.

Kalia, pengasuh bayi, yang punya impian kuliah di Jurusan Keperawatan. Ia gadis yang pintar, tapi menyesali ketidak-beruntungannya karena berasal dari keluarga yang miskin. Ia bertekad akan melakukan apa saja demi memiliki sejumlah uang yang banyak untuk mengubah hidupnya. 

Metha, wanita tetangga yang menginginkan seorang bayi. Dari balkon rumahnya, ia bisa melihat betapa lucunya Nathan. Ia tahu Andre, suaminya akan sangat bahagia jika Nathan adalah bayi mereka.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan SECRETS ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Love Is You (Tamat) oleh Atiya_AW
39 bab Lengkap
Gadis pertama berdiri tegang melihat gadis kedua terduduk lemah di atas kursi roda. Wajah gadis kedua pucat. Ada kesakitan yang merayap di wajah gadis itu. Namun dia berusaha menyembunyikannya dengan memalingkan wajah. Gadis pertama masih shock sejak di IGD tadi dokter jaga menjelaskan bahwa kandungan gadis kedua tidak bisa dipertahankan lagi akibat perdarahan yang dialaminya. Gadis kedua hamil? Gadis kedua mengandung sebuah janin? Siapa... siapa yang melakukannya? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepala gadis pertama. Semua kebingungan dan kepanikan bercampur menjadi satu. Tidak tahu harus berkata apa. Tidak mengerti harus bertanya apa. Dia hanya diam membeku seperti orang bodoh. Tapi tatkala melihat raut wajah gadis kedua, gadis pertama tidak ingin bertanya apa-apa lagi. Apalagi ketika melihat gadis kedua menekuk perutnya karena sakit saat diminta berbaring di sebuah ranjang ginekologi, gadis pertama merasa iba. Belum hilang kebingungan mereka, pertanyaan seorang perawat malah membuat keadaan semakin menegangkan. "Di mana suaminya?" tanya perawat itu dengan suara datar. Sepertinya perawat itu sudah bisa mengira apa yang terjadi ketika ada seorang pasien yang datang bersama teman-temannya. Bukan keluarganya. Gadis pertama memandang gadis ketiga yang sedang berdiri di sudut ruangan. Gadis ketiga pun terdiam membeku tidak menjawab sepatah kata pun. Tapi matanya meredup lalu menundukkan kepalanya. Siapa suami gadis kedua? Menikah pun dia belum! Lalu sebuah suara lelaki menyentakkan mereka. Spontan mereka menoleh dan terkaget-kaget melihat siapa lelaki itu. "Saya suaminya." Bersamaan gadis pertama dan gadis ketiga melihat gadis kedua dengan ketegangan yang memuncak. Seolah menanyakan kebenaran jawaban lelaki itu. Tapi sayangnya gadis kedua memilih untuk berpaling. Lalu setetes air mata membasahi pipi gadis kedua. Melihat air mata itu, gadis pertama tidak perlu lagi bertanya. Dia sudah mengerti semuanya. Lalu tiba-tiba hatinya terasa sakit. Amat sakit.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Takdir Ikrar Surah An-Nur cover
ALZEA (TERBIT)  cover
Secret 7 cover
Baby Girl  (Proses Revisi) cover
ANATHAN  || END cover
CEMARA cover
Love Is You (Tamat) cover
Pelukan Setelah Hujan cover
Meneroka Jiwa 2 cover

Takdir Ikrar Surah An-Nur

8 bab Lengkap

Syaukiana tak pernah membayangkan jika keluarga yang selalu ia anggap sebagai rumah ternyaman untuk pulang, hancur dalam sekejap. Bahkan saat ia tak lagi menemukan tempat paling terbaik setelahnya. Sekalipun rumah dan seisinya penuh dengan harta yang bergelimang namun justru kebahagiaan tak dapat dibeli dengan uang. Alih-alih ingin menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya namun justru kebahagiaan, menjadi boomerang bagi masa depannya. Kesempurnaan yang ia miliki justru kini menjadi hancur berkeping-keping, seakan potongan puzzle tak lagi dapat tersusun sempurna. Di saat anak perempuan tumbuh berkembang, membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih di antara kedua orang tuanya, namun justru di umur yang baru menginjak usia 17 tahun ia harus mengalami kenyataan pahit kehidupan. "Aku benci hari di mana aku bertemu dengannya! Tuhan bisakah kau cabut nyawaku pada saat lelaki itu hadir dihadapanku!"