Story cover for Senja Dan Pradipta by TiyaNurManda
Senja Dan Pradipta
  • WpView
    MGA BUMASA 115,794
  • WpVote
    Mga Boto 14,576
  • WpPart
    Mga Parte 23
  • WpView
    MGA BUMASA 115,794
  • WpVote
    Mga Boto 14,576
  • WpPart
    Mga Parte 23
Ongoing, Unang na-publish Oct 29, 2020
Hidup bersama senja yang tak kupikirkan sebelumnya. Ini tentang cerita ku bersama Calla Senja dan cinta lainnya. Dia hadir sebagai warna dan tawa di hidupku. Dia adalah sahabat hidupku. -Pradipta Bimantara Wijaya


Penguasa udara, juga penguasa hatiku. Dia yang kaku menjadi mudah tersenyum. Wanginya yang maskulin kini telah berganti menjadi wangi segar khas bayi. Dia yang matanya selalu ku tatap saat mata ini terbuka. Dan dia Pradipta Bimantara yang penuh cinta. Dia cintaku, dia ayah dari para senjaku. Hidupku semakin berwarna. Karena dia, si penguasa udara penyuka senja.-Cinta Calla Senja
Public Domain
Sign up to add Senja Dan Pradipta to your library and receive updates
o
#270persit
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️ ni evenrose95
39 mga parte Ongoing
‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.
Rumah ke Rumah ni _bieyraa
8 parte Kumpleto
Alira Keisya Maheswari lahir di tengah kehilangan, saat dunia kehilangan separuh langitnya. Ibunya meninggal tepat saat ia lahir, membuat hidupnya tak pernah benar² utuh. Ayahnya, Reinaldi Maheswara, hanya datang sekali. Alira tumbuh bersama neneknya, sosok yang menjaga nama "Maheswari" agar cucunya tak kehilangan segalanya. Tapi kasih sayang nenek tetap tak mampu mengisi ruang kosong di hati Alira. Sejak kecil, ia rindu sosok ayah yang jarang hadir Ia belajar berjalan tanpa dituntun, tumbuh menjadi gadis cerdas dan manis, namun tetap merasakan ada ruang kosong dalam dirinya (ayah). Reinaldi terlalu takut menghadapi kenyataan bahwa ia harus membesarkan anak perempuan yang wajahnya mirip dengan mendiang istrinya. Ia tak pernah mengirim kabar, bahkan tak memberi tanda bahwa ia peduli. Alira tumbuh, tapi hatinya tetap hampa. Dia menunggu ayah yang tak datang. Setiap rasa sepi datang, ia berharap ada tangan yang menggenggam, namun yang hadir hanya keheningan. Hingga suatu hari, sebuah amplop tua tiba. Surat dari ayahnya.. akhirnya sampai, meski terlambat. Di dalamnya tertulis kalimat yang mengubah segalanya: "Anakku, putriku, ratuku." Kalimat sederhana yg mampu menjawab segala pertanyaan yang selama ini digantung. Alira sadar, meski ayahnya tak sempurna, surat itu adalah bentuk cinta yang tertunda namun tulus. Ternyata, ada cinta yang tak pernah berhasil terucap. Alira belajar: beberapa luka cukup dikenali, dipeluk, lalu dilepas perlahan. Ia berhenti menunggu, bukan karena kecewa, tapi karena akhirnya mengerti. Kehilangan itu sudah cukup lama bersamanya, dan kini ia bisa berdamai. Ia memang tak punya kenangan, tapi punya nama. Nama yang penuh doa, ditulis dengan air mata, lahir dari cinta yang rumit. Nama yang menjadi kisah tentang perpisahan, ketakutan, dan keberanian untuk melangkah maju. Alira tak lagi menoleh ke belakang. Ia melangkah ke depan, membawa cahaya dari langit yang dulu pernah menghilang, tapi kini menyapanya dari kedamaian. Dan itu sudah cukup.
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
SENJA KU SENJA MU cover
Senja Untuk Amara (TAMAT) cover
𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️ cover
Sakha Sania (End)  cover
Persit Untuk Kapten cover
Senapan Yang Penuh Keajaiban (Tamat)  cover
Rumah ke Rumah cover
Lentera Senja cover
Lentera Hati (TAMAT) cover
Selimut yang Tak Cukup [SELESAI] cover

SENJA KU SENJA MU

12 parte Kumpleto

Persahabatan adalah kunci pertemanan yang baik. Tak jarang persahabatan yang akhirnya membawa pada perasaan yang lebih. Jingga dan langit bersahabat sejak kecil hingga remaja, disalah satu antara mereka menginginkan lebih dari sebuah sahabat. Tapi semua tak seperti yang diinginkan, semua berubah ketika ada orang lain yang datang diantara mereka. --------- Ketika satu jiwa menyapa dan bertemu dengan hati, maka rasa tak lagi dapat dipungkiri. Senja pun datang membawa kebahagiaan dan kesedihan, tak kala perasaan yang tumbuh dengan cinta harus dilapisi dengan kecewa dan air mata .. Semua semakin bewarna ketika dia bertemu pada pria yang membuatnya lupa atas segala yang dirasa, bernama awan. semakin hari semakin kurasa, ku tak bisa membohongi semua karena aku memang merasakannya. jika semua tak lagi bisa bersama seperti senja pada malam, lalu bagaimana mentari pada pagi? [Part by part]