Please Marry Me

Please Marry Me

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 31, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
PLEASE VOTE , FOLLOW AND COMMENT untuk kelanjutan cerita ya :) Sebuah kisah tentang seorang gadis ber-usia 26 tahun yang berharap kekasihnya segera melamarnya , tetapi harapan itu belum terlaksana juga diperjalanan mereka yang hampir 6 tahun dan penuh dengan konflik. Dinda Primadita namanya , dia tidak pernah membahas tentang pernikahan sekalipun bersama kekasihnya Anindito Surya Pratama. Gadis yang memiliki Gengsi tingkat dewa ini memiliki prinsip atau pedoman untuk tidak menanyakan terlebih dahulu kepada Pria, biar pria yang membahasnya terlebih dahulu. Namun prinsip tersebut membuat dia selalu diledek oleh temannya karena menjadi Gadis Payah atau tidak tegas dalam hubungan. Pada suatu ketika saat Dinda sudah membulatkan tekadnya untuk bertanya , apakah dia berhasil?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Andini-Marriage With Complicated Disaster.
  • Bulan inginkan malamnya
  • AIDEN & SHERA [TAMAT]
  • Om, Ayo Nikah!
  • Graisse
  • JODOH salah ngomong
  • TRAPPED WITH MY EX
  • Arsyilazka
  • Benci And Cinta (On Going)

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

More details
WpActionLinkContent Guidelines