Menjadi Wanita Shalihah

Menjadi Wanita Shalihah

  • WpView
    Reads 245
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 4, 2024
"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah." (HR. Muslim) Jadilah perempuan yang ramah namun tegas, Jadilah perempuan yang lembut namun di hormati, dan jadilah perempuan yang di banggakan sekaligus di segani. Jaga dan junjung harga dirimu dengan baik wahai perempuan, jangan berikan celah bagi laki-laki untuk mengambil 'keuntungan' darimu. Milikilah sifat malu dan ingat bahwa keindahanmu itu hanya bisa kau perlihatkan untuk mahrammu kelak. "Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita." (HR. Bukhari : 5096 dan Muslim : 2740) akan tetapi, ini semua kembali pada dirimu. Kau berhak memilih, ingin menjadi sebaik-baiknya perhiasan atau sebesar-besarnya fitnah.
All Rights Reserved
#301
perempuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • TAKDIR YANG TAK TERDUGA [TERBIT]
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • ISTIKHARAH CINTA
  • Di Balik Persahabatan
  • She's Aisyah (COMPLETED)
  • Wanita Salju❄[BERSAMBUNG]

Setiap manusia memiliki kesalahannya masing-masing. Tak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Dan tak ada pula yang sepenuhnya terbebas dari khilaf, dari dosa, dari luka yang ia ciptakan sendiri... atau yang ia warisi tanpa pernah memintanya. Begitu pula dengan seorang gadis yang masih terjebak dalam kebingungan tentang dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana harus melangkah, tidak tahu arah mana yang layak ia sebut sebagai tujuan. Di antara sunyi dan gelap, ia bertanya... apakah dirinya masih pantas untuk diampuni? Apakah kesalahan dan dosa yang menempel di hatinya masih bisa dimaafkan? Hidupnya terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa cahaya. Tanpa penerangan. Tanpa pegangan. Tanpa payung yang mampu melindunginya dari derasnya hujan kenyataan. Ia hidup, namun seolah tidak benar-benar memahami untuk apa ia hidup. Ia melupakan kewajiban, mengabaikan panggilan hati, hingga perlahan kehilangan jati dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan dirinya... apakah masih ada jalan untuk kembali? Publish : Juni 2024 The End : Juni 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines