JIKA MEREKA MAU MENDENGAR
Citra, anak bungsu dalam keluarga besar yang sibuk, selalu merasa seperti bayangan-ada, tapi tak pernah benar-benar dilihat. Suara hatinya tenggelam di antara tuntutan, perbandingan, dan ekspektasi yang tak pernah sesuai dengan dirinya. Setiap upaya Citra untuk bicara, untuk didengar, hanya dibalas dengan penolakan halus atau diam yang menyakitkan.
Di sekolah, ia pun tak merasa aman-lingkungan yang seharusnya jadi tempat pelarian, justru memperkuat perasaannya sebagai sosok tak penting. Citra mulai menulis surat-bukan untuk dikirim, tapi sebagai satu-satunya tempat ia bisa jujur. Surat-surat itu berisi keluh, harap, dan jerit yang tak terdengar.
Hingga suatu hari, satu suratnya terbaca secara tak sengaja oleh sang kakak. Dan untuk pertama kalinya, seseorang mendengar.
"Jika Mereka Mau Mendengar" adalah kisah menyayat tentang kesunyian yang bisa membunuh pelan-pelan, namun juga tentang harapan kecil yang bisa menyelamatkan hidup-asal ada yang benar-benar mau mendengar.