Lingkaran

Lingkaran

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 30, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Ada kalanya kita mundur satu langkah kebelakang. Saat kita sadar sekeras apapun usaha nya. Sebesar apapun tekadnya. Milik orang lain tidak akan pernah menjadi hak kita. Jesya mencintai khilman. Khilman menginginkan aida. Aida tidak akan bisa berpaling dari farhan. Adapula januar yang selalu ada untuk jesya. Semua hadir untuk menapaki hidupnya sendiri. Kita tidak bisa menyalahkan siapapun . Hati kita berhak untuk memilih. Tapi jangan biarkan ego menjadikannya serakah. Bahwa kadang .... . . . . . mencintai tidak harus memiliki. Yang terpenting, SELALU MELINDUNGI.
All Rights Reserved
#509
watty
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • Takdir
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Tertulis Dalam Doa
  • KENANGAN INDAH BERSAMAMU
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • Behind the Silence
  • Garis Singgung

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines