Can I Love You?

Can I Love You?

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 2, 2022
Ketika kau jatuh hati pada seseorang, kau tidak akan bisa menyangkal lagi. Kau akan merasakan kebahagiaan yang tiada bandingannya saat bisa bersamanya. Jadi, berikanlah hatimu untuknya dan nikmati kebahagiaanmu bersamanya. ─────────────────── Mencintaimu dalam diam adalah salah satu cara belajar tentang ketulusan. Begitulah, aku mempunyai cara tersendiri untuk mencintaimu. Walau selalu hanya lelah yang ku dapat ─Rivan Ananda Putra Terima kasih karena telah mencintaiku dengan tulus. Dan maaf, karena telah membuatmu dalam penderitaan tak berujung ─ Delano Andri Pranaja ─────────────────── Warn! boys love area [mpreg ; angst ; drama] DLDR!!! Start : End : - ©W_daimond ─ ©W_yangOh
All Rights Reserved
#156
boy×boy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt To Love You
  • [BL]ketos Mafia & ekskul seni [End]
  • LOVE GAME
  • FAMOUS [✓]
  • Only You | Chansoo ✔️
  • I wish we could be together
  • Happiness || sunsun
  • TAKE A CHANCE •●• END
  • s o r r y » henxiao ✔
  • apakah aku boleh bahagia? (End)

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines