Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

  • WpView
    Reads 896
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 1, 2020
" BAGAIMANA BISA HA INI TULISANYA SALAH PANGGIL YANG MENGURUS INI " bentakan emosi Alde ini yang kini dirinya menatap seseorang yang ia suruh mengambil dokumen penting itu " PERGI " sentak Alde emosi sekali itu dirinya kini membaca dokumen dengan serius sekali itu Tok Tok Tok " MASUK " lantang Alde itu dirinya masih fokus sama dokumenya ini dan mulai berdebat deh " KAMU INI NIAT BEKERJA ATAU TIDAK TULISANYA SALAH KALAU NGANTUK SANA TIDUR " bentakan Alde membuat dirinya tersentak sudah biasa dirinya dibentak atau dipukuli karena dulu dia SMP sudah pernah merasakan pembullyan " marah saja terus marah gak ku kasih jatah " ucapan Syasa membuat Alde kini mendongakan kepalanya dan terkejut sekali " s-sayang " ucap Alde kepada Syasa ini yang menatapnya biasa saja " sayang - sayang pala lo peyang tidur diluar malam ini " ancam Syasa itu membuat Alde gelapan sekali kini Syasa keluar dari dalam ruangan Alde meninggalkan Alde yang melongo kemudian urimg - uringan
All Rights Reserved
#4
bride
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • dimana janji tersebut
  • Love for antagonists (Sudah Revisi)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • You're my mine[End✓]
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • Weird Wedding ✓
  • ALCA STORY
  • friendship dump
  • GILANG ABRAHAM

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines