S t i g m a

S t i g m a

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 25, 2020
WpInfo
Non-Fiction
"Kebencianmu tak mengutuk apapun. Lidahmu tak mengubah apapun. Karena seperti yang kamu katakan, masyarakat bagaikan ombak. Bersedia digulung kemanapun, bahkan kepada kebenaran sekalipun." /stig·ma/ n ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya. Sudah kukatakan, bukan? Dari maknanya saja, kita tahu yang memainkan peran penting dalam segala kerumitan hidupku-stigma-adalah lingkungan. L-i-n-g-k-u-n-g-a-n. Bukan satu pribadipun. Termasuk ibuku. Jadi, tolong jangan hina dia hanya karena potongan masa lalu yang kau ambil dari koran-koran yang seharusnya telah terbakar. Jangan antarkan dia pada kegelapan dengan bingkisan-bingkisan busukmu. Jangan jatuhkan dia hanya karena tangannya pernah ia gurat atau karena jemarinya pernah menggantungkan tali di langit-langit. Teruntuk kamu yang meruntuhkan jiwa ibuku, aku akan mengejarmu hingga semesta ikut runtuh bersama kita.
All Rights Reserved
#121
peduli
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Shattered Soul
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • SECRET R🌹SE
  •  HAZELA
  • Memorable
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines