S t i g m a

S t i g m a

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 25, 2020
WpInfo
Non-Fiction
"Kebencianmu tak mengutuk apapun. Lidahmu tak mengubah apapun. Karena seperti yang kamu katakan, masyarakat bagaikan ombak. Bersedia digulung kemanapun, bahkan kepada kebenaran sekalipun." /stig·ma/ n ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya. Sudah kukatakan, bukan? Dari maknanya saja, kita tahu yang memainkan peran penting dalam segala kerumitan hidupku-stigma-adalah lingkungan. L-i-n-g-k-u-n-g-a-n. Bukan satu pribadipun. Termasuk ibuku. Jadi, tolong jangan hina dia hanya karena potongan masa lalu yang kau ambil dari koran-koran yang seharusnya telah terbakar. Jangan antarkan dia pada kegelapan dengan bingkisan-bingkisan busukmu. Jangan jatuhkan dia hanya karena tangannya pernah ia gurat atau karena jemarinya pernah menggantungkan tali di langit-langit. Teruntuk kamu yang meruntuhkan jiwa ibuku, aku akan mengejarmu hingga semesta ikut runtuh bersama kita.
All Rights Reserved
#400
depresi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Eliinaa
  • DOPAMINE [HIATUS]
  • SECRET R🌹SE
  • Shattered Soul
  • Let Me Love You Longer
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Become an Extra or Main Character [END]
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines