Paula Story

Paula Story

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Thu, May 13, 2021
Cerita ini menceritakan tentang kisah dua mahluk dingin. Kalau kalian pikir mahluk dingin adalah beruang kutub maka jawaban kalian salah. Mahluk dingin yang di maksud disini adalah perempuan bernama Paula Angelica Alexander dan laki-laki bernama Rayhan imanuel Wijaya. - - Rayhan meneguk minumannya untuk kesekian kalinya, sekarang dia sedang berada di sebuah kafe, tempat yang di jadikan tempatnya bertemu dengan Paula. Ting Bel pintu kafe yang berbunyi mengalihkan atensi Rayhan. Disana terdapat Paula yang memasuki kafe dengan pakaian santainya. Rayhan malambaykan tangannya memanggil Paula. " Udah lama?" Paula menduduki kursinya. "Oh tapi udah selesaikan?" - - "Maaf gue bukan cowo romantis kaya orang-orang diluar sana tapi gue mau jujur, gue udah lama mendem ini dan karena gue liat respon Lo ke gue kayanya gue ngomong sekarang aja"kata Rayhan. "Lah dari tadi apa kalau bukan ngomong" "Oke langsung aja, gue suka, sayang, bahkan kayanya udah di fase cinta_"ucapan Rayhan terpotong oleh Paula. "Sama?" "Sama Lo, so Lo mau ga jadi pacar gue?" - - - Penasaran Sam kelanjutannya? Yo lamgsung aja di baca. -cerita ini murni hasil haluan aku -ini cerita pertamaku -typo bertebaran -budayakan follow dan kasih dukungan sebelum baca.
All Rights Reserved
#10
paula
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • Bella ✔
  • Cool Boy Vs Cool Girl [Completed]
  • AlAz  (end)
  • Rannia√
  • The Same Feelings
  • ARGA [Completed]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • ZeiAnya
  • K.I.T.A

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines