RYAN [END]

RYAN [END]

  • WpView
    MGA BUMASA 2,956
  • WpVote
    Mga Boto 414
  • WpPart
    Mga Parte 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Feb 7, 2021
Setelah sampai, Cia didudukkan dikursi lalu diikat dengan tali. Mulutnya ditutup oleh lakban. Ya! Cia disandera oleh Fahri dan Rachel. Ternyata mereka sudah merencanakan ini semua dengan mulus tanpa menimbulkan rasa curiga. Beberapa lama kemudian, Cia terbangun dan terkejut melihat tubuhnya yang tidak berdaya. Rachel melepas penutup mulut Cia dan membiarkan Cia berbicara. "Ahhh!" Cia meringis kesakitan saat lakban hitam yang melekat di multnya dicabut oleh Rachel. "Haha! Welkam to my world Cia!" sambut Rachel dengan tertawa jahat. "Lho? Fahri? Lo ngapain di sini?" tanya Cia panik. "Aku 'kan ingin bersamamu di sini, Sayang." Fahri menyentuh dagu Cia dengan lembut. "Ish apaan sih lo! Jangan sentuh gue!" decak Cia. "Mau marah? Marah aja! Gak ada yang denger lo di sini. Karena kita bawa lo jauh dari Jakarta dan hanya ada Gue dan Rachel," tutur Fahri. "Lo tega Ri! Lo temen kecil gue, tapi kenapa lo jahat sama gue!" hardik Cia dengan meneteskan air mata. "Temen? Dari dulu lo selalu anggep gue temen, Cia! Tanpa lo sadar gue dari dulu suka sama lo tapi nyatanya? Lo tetap menganggap gue komodo (teman baikmu)?" Fahri menatap Cia dengan sinis. "Gue nyesel pernah kenal sama lo!" sahut Cia dengan mata yang melotot. "Lo salah! Justru gue yang akan bikin lo menyesal karna nolak gue, Cia! Hahaha," bisik Fahri sambil mencium pipi Cia dengan penuh birahi. "GUE JIJIK SAMA LO! ANJING!" Cia tidak tahan melihat sikap Fahri yang kurang ajar terhadapnya. "Diem lo!" bentak Rachel sambil menampar Cia. "Ah, sakit!" lirih Cia lalu menangis sejadi-jadinya. "Ini belum seberapa dengan sikap lo selama ini ke gue Cia," cicit Fahri membela Rachel.
All Rights Reserved
#654
anaksekolah
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • tentang sebuah rasa
  • Love Story In Friendship [End]
  • BAPER [COMPLETED]
  • AKSARA ( ON GOING )
  • Rannia√
  • Arsyilazka
  • Love Enemy!
  • My possesive boyfriend
  • Love & Enemy
  • Beautiful Girl [END]

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman