Story cover for GENTA by phuwtry
GENTA
  • WpView
    LECTURES 445
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Chapitres 11
  • WpView
    LECTURES 445
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Chapitres 11
En cours d'écriture, Publié initialement nov. 01, 2020
"kamu juga berhak bahagia."

GENTA BY PHUWTRY

... 

"Rasa ikhlas yang paling hebat."

PHUWTRY

...

"Ta, gue kurang kaya ya buat lo?"

GENTA MAHENDRA DEFRAS

...

"Genta, lo pemenangnya."

NAQITA GEMPITA

...

Start ➡️ 03 Agustus 2021
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter GENTA à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#332genta
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
[END] Cewek Sinting Vs Perfect Boy, écrit par WinterWin13
73 chapitres Terminé
Aqila Auristella, seorang mantan ketua geng motor yang akhirnya tobat setelah dirukyah emaknya. Aqila adalah cewek sinting barbar, mood random dan suka seenaknya. Di umur enam belas tahun berhasil memegang sabuk hitam di dunia taekwondo. Membuatnya memiliki motto 'No war no life' yang tiada hari tanpa baku hantam alias tawuran bersama anggota geng-nya. Dia terlalu beringas sampai emaknya tidak tahan lagi dan merukyah tiga hari tiga malam sampai insyaf, kemudian menjebloskan ke sekolah sultan SMA Galaxy, memaksanya menjadi siswi feminim di sana. Bukannya jadi siswa baik-baik, dia malah membuat banyak keributan! Termasuk menjatuhkan martabat keturunan konglomerat yang dikenal sebagai 'Pangeran Es' menjadi 'Dayang dan Selir' dalam semalam. Ethan Natalio Abraham, seorang hacker profesional kelas atas yang berasal dari keluarga terpandang. Sedikit Mysophobia namun memiliki cita-cita menjadi seorang Jenderal, membenci geng motor, dan paling anti dengan kebodohan. Semua orang mengagumi ketampanan dan kecerdasannya yang di atas rata-rata. Tapi siapa sangka? tiba-tiba berakhir berlutut di bawah kaki si sinting itu setelah kalah taruhan. Ethan sangat membencinya sampai ke tulang, bahkan mengutuknya sampai ketujuh generasi nenek moyangnya. Hingga sebuah insiden terjadi, mereka terjebak di situasi hidup dan mati dalam kasus kriminal yang menghantui kota tempat mereka tinggal. Akankah Aqila dan Ethan bisa menghadapinya? **** Aqila tersenyum sinis menatap pemuda tampan yang jatuh terduduk tak berdaya di depannya. "Lo kalah!" Pemuda itu mendengkus membuang muka. Tidak menyangka kalah taruhan basket dengan gadis sinting di depannya ini. "Sesuai dengan perjanjian. Mulai hari ini-" Aqila sengaja menggantungkan kalimat. "Lo jadi budak gue!" "Ck, sialan!" Warning ⚠ Cerita ini murni dari hasil pemikiran ku sendiri!!! Bukan jiplak!! DILARANG KERAS MEMPLAGIAT/COPY CERITA INI!! Story by: WinterWin13 Art & Design Cover by: Me & Zaza Start: 20 Februari 2021
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
ANARAN cover
SHE IS STARLA (END) cover
Dynamite Girl✔ cover
ALVAREZ [SELESAI] cover
GATARARA   cover
[END] Cewek Sinting Vs Perfect Boy cover
Aksara [VERSI PDF FULL] cover
See My Crush (end) cover
Rara & Reyhan (End) cover
Dira-no  cover

ANARAN

22 chapitres Terminé

Hari ini Ara sedang berada di perpustakaan bersama Nanta disampingnya yang terus saja kesal dengan tingkah laku Ara, Mengapa ia bisa menemui perempuan dengan spesies seperti Ara ini? " Nanta? Baca buku apa? " " Ara juga mau baca dong, Boleh? " " Judulnya itu apa bukunya? " " Emang Nanta gak cape liat rumus kaya gitu? " " Ara aja cape ngeliatnya " " Kok Ara dicuekin sih sama Nanta, Nanta ngomong dong. " Begitulah celotehan Ara yang membuat Nanta naik pitam, Ia sudah jengah dengan ocehan tidak jelas dari mulut Ara. " LO! LO BISA GAK SIH, GAK USAH GANGGU GUE SEHARI, LO TUH SAMA AJA KAYA CEWEK MURAHAN DI LUAR SANA YANG NGEJAR NGEJAR COWOK YANG JELAS GAK SUKA SAMA LO!! SEKARANG LO PERGI DARI SINI!!! DASAR BITCH " Bentak Nanta membuat petugas dan murid di perpustakaan menatap ke arah Ara dan Nanta. " Nanta? Setiap kata kata yang keluar dari mulut Nanta sebenarnya bikin hati Ara sakit, Tapi... Sekarang ucapan Nanta bener bener bikin hati Ara lebih sakit dari sebelumnya, Maaf kalau Ara ganggu Nanta. Sekarang Ara kecewa sama Nanta yang udah permaluin Ara disini. " Setelah mengucapkan itu Ara pergi dari perpustakaan dengan air mata yang menetes dan jalan yang masih sedikit pincang. © Adilla Basyarah