Story cover for Aster Flower by rizky07amalia
Aster Flower
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Nov 02, 2020
"tau gk bentuk iblis kek apa?!" ester bertanya pada bi inah yang sedang memasak. 

"emang gimana non?" dengan polos bi inah yang sudah paruh baya itu menatap ester dengan sorot penasaran. 

"kek dia bi, tuh cowok yang lagi duduk di sofa depan TV" ester menunjuk ke arah arnold dengan santainya "iblis yang bikin kesel tiap kali liat mukanya"

Sang bibi tertawa melihat anak majikannya yang sedari kecil di 
rawatnya kini sudah tumbuh menjadi nona muda yang cantik dan ceria.

"ihh si non mah ada-ada aja, bukannya den arnold ganteng ya non? "

"mana ada bi!" muka kek cewek gitu kena tonjok dikit aja udah lecet tuh kulit" ester memakan sarapannya.

"siapa yang berani tonjok muka gue, heh mana ada"

Ester terkejut dengan suara berat yang di dengarnya, ternyata arnold sudah ada di sampingnya sambil mengambil appel di atas meja.

"aah bi, ester udah selesai sarapannya" ester membawa piring yang kotor ke wastafel "ester ke atas dulu ya bi"

"iya non"

"eh mau kemana lu" ujar arnold namun matanya masih menatap ke arah meja di depannya "sini gk
"bi.."

"iya non ada apa?"

"bibi panggil ester apa barusan?"

"ngk kok non, bibi gk panggil si non kok"

"ohh jangan-jangan iblis yang bisikin gue, hii.." ester berlari menuju ke kamarnya.

"sialan!" arnold menggenggam erat jari-jemarinya.
All Rights Reserved
Sign up to add Aster Flower to your library and receive updates
or
#17arnold
Content Guidelines
You may also like
Naughty Nanny by SitiUmrotun
81 parts Complete Mature
"Baju lo kebuka banget. Nggak sekalian jual diri?" "Udah. Papi lo pelanggannya. HAHAHA." "Anjing!" "Nanti lo pura-pura kaget aja kalau besok gue jadi mami lo. Soalnya gue udah berhasil godain dan jebak bokap lo yang tajir itu. Berhubung lo sering rese dan bertingkah, gue bakal jadi ibu tiri yang jahat. Pokoknya siapin mental dari sekarang. Anggap aja ini hari pembalasan buat bocah nakal kayak lo." "Papi nggak mungkin suka sama cewek nggak jelas kayak lo! Nggak mungkin! Gue tau selera papi!" "Eitttss siapa bilang? Buktinya papi lo doyan banget sama gue tuh! Emang semalem lo nggak denger suara plok plok plok dari kamar papi? Itu gue lagi digempur brutal sama papi lo." "Orang gila! Lo pikir gue bakal percaya omong kosong orang nggak waras kayak lo?! Nggak! Gue kenal papi. Papi nggak mungkin ngelakuin itu apalagi sama lo! Nggak mungkin!" "Lo serius nggak denger apa pura-pura doang, nih? Padahal keras banget loh hentakan papi lo. Sayang banget ternyata nggak kedengeran. Tapi kalau suara desahan gue pasti denger dong? Yang ahh ahh itu loh. Itu pas papi lo geraknya dicepetin, mana makin keras. Makanya gue sampe jerit. Tapi gue yang minta lebih cepet, sih, hehehe." "Diem! Lo orang gila! Gue nggak mau punya mami orang gila kayak lo! Berhenti ngarang cerita!" "HAHAHAHA. Nggak sabar jadi mami tiri dan siksa lo habis-habisan. Kalau udah puas bikin lo menderita, tinggal usir deh. Hush hush hush! Pergi yang jauh. Biar gue aja yang kuasain harta papi lo. Ughh! Pasti seru banget. Apalagi kalau nanti ada scene ngakakin lo yang udah dibuang terus jadi gembel." "PAAAAPIIII!" "Pioooo ..." "Hehehe."
SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI) by Ayu_Wandira1
31 parts Complete
"Rafael" kata itu meluncur dengan sendirinya. "Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Tanya Rafa. Ia memperhatikan tubuh Arin, ia memastikan tidak ada terluka sedikitpun ditubuhnya. Rafa mengenal wanita berparas cantik itu. Pertama kali ia lihat bahwa itu adalah Arin, calon adik ipar. Dulu Rafa, mengenal Arin saat Arin masih kecil, kira-kira ia masih duduk di sekolah dasar, dan sekarang tumbuh sebagai wanita dewasa. Oh Tuhan, kenapa Arin tumbuh begitu cantik, kulitnya pucat seperti porselen, tidak pernah disentuh. Matanya begitu bening dan hidungnya mancung. "Saya tidak apa-apa, kesayangan, kenapa bisa hancur begini" Arin melangkah mendekati ponsel miliknya, ia memunguti satu persatu kepingan-kepingan ponsel miliknya. Kesayangan? Ternyata Arin menyebut ponsel itu dengan kata kesayangan. Rafa ingin tertawa, Rafa lalu mendekati Arin, dan ikut berjongkok memunguti kepingan-kepingan ponsel Arin yang hancur berderai. Diliriknya lagi Arin dihadapannya. "Maaf, saya akan mengganti ponsel baru untuk kamu" ucap Rafa mencoba memberi solusi. Sesungguhnya kejadian tadi bukan salah ia sepenuhnya. Arin lah yang tidak melihat arah tujuannya, Arin lebih asyik dengan layar ponsel itu. Sehingga menyebabkan adegan tebarkan itu. "Tapi, disini banyak foto-foto saya". "Yasudah nanti kita ke konter, saa yakin pihak konter tahu cara memindahkan foto-foto kamu itu" Rafa lalu berdiri, dan kembali menatap Arin. "Kamu kenapa bisa ada disini, Arin?" Tanya Rafa. "Liburan" ucap Arin ia malah menyengir. "Sendiri?". "Iya dong, sama siapa lagi". "Liburan sendiri itu tidak baik, kalau terjadi apa-apa bagaimana? Ini Bangkok loh" ucap Rafa, lalu duduk dikursi tunggu, diikuti juga oleh Arin. "Tapi, saya sudah biasa kok. Kamu kenapa ada disini?". "Saya ada urusan kerja" ucap Rafa. "Jadi gimana, handphone saya?".
Gadis Bar-bar Dengan Sejuta Pesonanya  by fidela_05
102 parts Complete
Dia Misella Laudy Maxius, cewe yang mempunyai masa lalu. Tetapi masa lalu nya itu membuat hatinya hancur. Sampai pada masa itu sifatnya berubah, menjadi sosok orang yang bar-bar dan suka membuat para cowo baper dengan gombalan recehnya. Itu hanya untuk kesenangan di cover diri nya, tapi nggak dengan hatinya. Tujuan awal, dia hanya ingin semua cowo tertarik dengan nya. Tapi sejak waktu itu dia sadar, bahwa buat apa melampiaskan nya pada mereka. Tapi memang gak bisa dipungkiri, pesona dia mampu membuat beberapa cowo luluh pada kecantikan dan perbuatan absurd nya. Dia pernah bilang, "ngga ada yang bisa luluhin hati gue, yang susah buat lupa sama masa lalu." Tetapi dia ke makan sendiri omongan nya. Tiba-tiba suatu hal yang tak terduga, dia terjerat dengan seseorang yang bisa membuat dia lupa akan masalalu. Haha lucu juga yah, gadis bar-bar kaya dia, bisa luluh sama cowo dingin, datar, plus seperti kulkas berjalan. Tapi sangat sayang, dia tampan, sampai-sampai selalu buat dia ketar-ketir di dekat nya. **** Deg "Lo?!" Seru Misell yang kini terkunci dengan tatapan itu. "Ya, ini gue kenapa hm?" Ucap lelaki di telinga Misell berbisik dan itu membuat Misell merinding. "Em -- itu anu nggak deh nggak jdi" kikuk Misell yang melihat tatapan tajam lelaki itu. "Katanya mau gombalin sini" ucap lelaki itu dengan suara berat nya yang kini masih memegang pinggang Misell. "Help me makk!!" Batin Misell. **** "Dasar kulkas"gumam Misell. "Gue denger!" Balas lelaki itu. 'Ini kesialan atau keberuntungan?Cogan nambah stok lagi!!!!!' batin Misell menjerit. CERITA INI MEMANG BANYAK BAB, TAPI KALIAN BAKAL GA BOSENN!! *** kalo penasaran Yo baca semoga terhibur Haluan gue si author( ◜‿◝ )♡. NO PLAGIAT OKAYY!!! Rank 1 in #misel Rank 1 in #coplegols Rank 1 #bobrok Rank 1 #ceritaseru Rank 1 #remaja
You may also like
Slide 1 of 10
Naughty Nanny cover
SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI) cover
Gadis Bar-bar Dengan Sejuta Pesonanya  cover
MY CUPU BOYFRIEND  cover
Laura Lateranita Putri Victor cover
Eat, Bread and Love (TAMAT) cover
Si Cuek & Si Manis [END] cover
Beautiful Disaster cover
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
YES, BOSS ! (SELESAI) cover

Naughty Nanny

81 parts Complete Mature

"Baju lo kebuka banget. Nggak sekalian jual diri?" "Udah. Papi lo pelanggannya. HAHAHA." "Anjing!" "Nanti lo pura-pura kaget aja kalau besok gue jadi mami lo. Soalnya gue udah berhasil godain dan jebak bokap lo yang tajir itu. Berhubung lo sering rese dan bertingkah, gue bakal jadi ibu tiri yang jahat. Pokoknya siapin mental dari sekarang. Anggap aja ini hari pembalasan buat bocah nakal kayak lo." "Papi nggak mungkin suka sama cewek nggak jelas kayak lo! Nggak mungkin! Gue tau selera papi!" "Eitttss siapa bilang? Buktinya papi lo doyan banget sama gue tuh! Emang semalem lo nggak denger suara plok plok plok dari kamar papi? Itu gue lagi digempur brutal sama papi lo." "Orang gila! Lo pikir gue bakal percaya omong kosong orang nggak waras kayak lo?! Nggak! Gue kenal papi. Papi nggak mungkin ngelakuin itu apalagi sama lo! Nggak mungkin!" "Lo serius nggak denger apa pura-pura doang, nih? Padahal keras banget loh hentakan papi lo. Sayang banget ternyata nggak kedengeran. Tapi kalau suara desahan gue pasti denger dong? Yang ahh ahh itu loh. Itu pas papi lo geraknya dicepetin, mana makin keras. Makanya gue sampe jerit. Tapi gue yang minta lebih cepet, sih, hehehe." "Diem! Lo orang gila! Gue nggak mau punya mami orang gila kayak lo! Berhenti ngarang cerita!" "HAHAHAHA. Nggak sabar jadi mami tiri dan siksa lo habis-habisan. Kalau udah puas bikin lo menderita, tinggal usir deh. Hush hush hush! Pergi yang jauh. Biar gue aja yang kuasain harta papi lo. Ughh! Pasti seru banget. Apalagi kalau nanti ada scene ngakakin lo yang udah dibuang terus jadi gembel." "PAAAAPIIII!" "Pioooo ..." "Hehehe."