Story cover for Eurugia by eurugian
Eurugia
  • WpView
    Reads 558
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 558
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Nov 02, 2020
Dentuman-dentuman ledakan bom masih ramai tidak terjeda. Puing-puing reruntuhan pun berserakan seolah siap mengubur kota yang sudah tak berbentuk.

Masih jelas di ingatan bagaimana kabut asap hitam membumbung tinggi menutup langit.
 Tubuh-tubuh tak bernyawa memenuhi pandangan. Bau anyir darah bercampur potongan dagingnya yang terbakar menusuk di hidung hingga rasanya membuatku mual.

Akal-ku berontak.
 Ingin kuhancurkan manusia di ujung sana yang tersenyum puas melihat kekacauan ini.
 Bahkan sorot matanya menjelaskan bahwa semua yang terjadi hanyalah sebuah awal.

Di tengah kesadaranku yang mulai menghilang, aku tertawa. Menertawai apa yang ada di hadapanku.



Sebuah kehancuran.

Apa ini tujuan mereka ?

Membuat semuanya luluh lantah tak bersisa.

Keserakahan mereka telah berbalik menghancurkan semesta.
 Keegoisan mengantar kehidupan ke titik akhirnya.


Dan ketika gelap mengambil alih penglihatan dan kesadaran, aku mengutuk diriku.





Kenapa harus..aku.
All Rights Reserved
Sign up to add Eurugia to your library and receive updates
or
#63myth
Content Guidelines
You may also like
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] by AYA_MNK
29 parts Ongoing
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
Alamanda (Telah Terbit) by rahminurfitriana
47 parts Complete
Fiksi ini bercerita tentang kehidupan Alam yang penuh derita. Sejak kecil ia sudah menjadi gelandangan dengan kecacatan yang menambah kesulitan hidupnya. Setelah beberapa kali Alam mencoba untuk bunuh diri, ia selalu selamat. Namun, ketika ada satu hal yang membuatnya merasa lebih baik untuk melanjutkan kehidupan, ia justru mengalami kecelakaan yang tak diinginkannya. Seiring berjalannya waktu, Alam berhasil memperbaiki hidupnya walau pada akhirnya ia harus kehilangan wanita yang sangat dicintai olehnya. Bukan hanya Alam. Si cantik Manda juga merasakan derita yang serupa. Luka membuatnya menganggap bahwa mengakhiri hidup adalah jalan keluar satu-satunya. Menjadi seorang pelacur tentu bukan cita-citanya. Sayangnya, ia terjebak di keadaan pedih tersebut dengan perasaan yang kian tersiksa. Manda terus berusaha untuk keluar dari dunia bak penjara itu, apapun yang terjadi, bagaimanapun luka yang tercipta ia yakin bahwa peluang untuk bahagia masih ada untuknya. Alam: Aku merasa telah menjadi sampah dunia yang tak berguna. Juga seperti abu yang sudah terbakar berkali-kali. Pernah aku mencoba untuk mengakhiri hidup. Sekali, dua kali, tiga kali, tapi aku selalu selamat. Lalu aku kembali menabrakkan diri dan menjatuhkan diriku yang cacat dari ketinggian serta menelan racun. Aku, tetap selamat. Cahaya putih dapat kulihat lagi saat aku terbangun. Jika orang lain berbahagia karena masih berkesempatan untuk hidup di dunia, aku justru merasa tersiksa setiap kali gagal membuang nyawaku. Manda: Lima tahun setelah pernikahan Ayah dan ibuku, lahirlah aku. Bayi perempuan yang katanya tidak pernah diharapkan oleh ayahku. Aku tidak mampu mengingat banyak hal tentang kehidupan masa kecilku. Tapi peristiwa mengerikan yang pertama adalah di saat aku berusia 14 tahun. Aku dipaksa menjadi seorang pelacur.
You may also like
Slide 1 of 9
FROM SCHOOL TO CITY (END) cover
Time Loop cover
OutbreaK (Wattys Winner 2018) cover
RANNA cover
BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End) cover
SHE IS MY TWINS cover
in ROOM cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover
Alamanda (Telah Terbit) cover

FROM SCHOOL TO CITY (END)

42 parts Complete

CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA! Bagaimana bisa sebuah virus yang diciptakan oleh seseorang yang genius mampu menghancurkan masa depan sekolah hingga ke kota. Bahkan sang pencipta virus juga terinfeksi. Bagaimana cara mereka untuk menghentikannya virus itu ? Berhasilkah mereka menyelamatkan sekolah dan kota mereka, atau mereka hanya menyelamatkan diri mereka? Ya, karena nyawa lebih penting ya kan🤭