Story cover for Closure by itsmeeyyyyy
Closure
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Nov 02, 2020
Mature
"Pak saya ini karyawan Pak Rafza bukan pembantu." Aku meninggikan suaraku saat Pak Rafza terus menerus memerintahku melakukan ini dan itu.

"Lalu apa beda kamu tetap di bayar setiap bulan oleh saya. Jadi lakukan apapun yang saya perintahkan." Ucapnya dengan wajah yang menyebalkan.
All Rights Reserved
Sign up to add Closure to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
CEO Itu Naksir Gue?! | Drarry by vv_yaaw09
4 parts Ongoing
Gue udah kerja di PT Malfoy Corp ini hampir lima tahun. Dari mulai nyapu lantai, buang sampah, sampai bikin kopi buat para petinggi perusahaan, semuanya gue lakuin dengan hati yang... yah, biasa aja sih. Bukan yang sepenuh hati banget, tapi juga bukan yang males-malesan. Hidup gue tenang, santai, nggak ada drama. Sampai hari sial itu datang. Gue lagi bawa nampan kopi buat meeting besar di ruang CEO. Semuanya masih aman terkendali, sampai tiba-tiba gue kepleset karena kabel charger yang menjulur di lantai. Dalam hitungan detik, kopi panas di tangan gue terlempar ke udara dan brak! Tumpah tepat di jas mahal warna abu-abu milik Mr. Draco Malfoy. Lo tau nggak siapa Mr. Draco? Dia bukan cuma CEO PT Malfoy Corp, tapi juga the coldest boss ever. Wajahnya flat, suaranya tajem, dan sikapnya? Jangan ditanya. Dia tuh tipe bos yang nggak ragu buat fire karyawan hanya karena kesalahan kecil. Bahkan, dia punya aturan absurd di perusahaan ini: "No Office Romance" alias karyawan dilarang keras pacaran sama rekan kerja. Dan sekarang? Gue baru aja bikin baju doi basah kuyup. Gue langsung membeku di tempat, otak gue nge-freeze, tangan gemetar sambil masih megang nampan kosong. Semua orang di ruangan juga pada diem. Bahkan, Pak Antoni dari divisi keuangan yang biasanya nggak pernah bisa diem pun tiba-tiba jadi patung lilin. Mata abu-abu tajem milik Mr. Draco langsung ngelock ke gue. "Potter." Suaranya rendah, tapi bikin bulu kuduk gue berdiri. "What. The. Hell." Gue otomatis refleks nunduk dalam-dalam. "S-sorry, Mr. Draco. Gue nggak sengaja, sumpah! Kabelnya-" "Keluar." Gue nggak bisa ngelawan. Dengan kepala masih nunduk, gue langsung jalan mundur, keluar dari ruangan sambil nahan napas. Tapi sebelum pintu ketutup, gue sempat ngeliat ekspresi Mr. Draco yang... aneh. Bukan marah, tapi lebih ke... mikirin sesuatu. Dan di hari itu, gue nggak tau kalau insiden kopi ini bakal ngerubah hidup gue selamanya.
You may also like
Slide 1 of 8
Someday cover
Dear Kamu, Asisten Ayahku #3 (END) ✓ cover
CEO Itu Naksir Gue?! | Drarry cover
Informed Consent cover
The Mafia's Obsession cover
The Devil's Witness cover
Ada Apa Dengan Cinta cover
Mamahku Guruku cover

Someday

55 parts Complete

[SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU] Samantha menjalani hidupnya bagai di negeri dongeng. Ia menikah dengan teman sekolahnya, William, dan hidup bahagia meski tidak dikaruniai anak. Dunianya serasa runtuh saat sang suami divonis mengidap kanker mematikan, yang mengharuskan William untuk segera memperoleh keturunan sebelum terlambat. William tak mampu. Dan hanya ada satu cara untuk mewujudkannya. "Apa yang kamu minta dariku, adalah mustahil." Bisik Samantha ketakutan. "Sam...hanya ini satu-satunya cara. Wasiat Ayahku sudah jelas. Perusahaan yang ia tinggalkan ini, semua kerja keras yang kubangun dari puing-puing sejak Ayah meninggal ini, hanya akan jatuh padaku, anak-anakku, atau Hansel sepupuku. Kita sama-sama tahu bagaimana bajingannya sepupuku itu." "Dengan segala hormat, Liam, dia sama bajingannya dengan Kakakmu--yang kamu minta untuk menghamili aku." "Sam..." William menunduk penuh rasa bersalah. Namun tak sedikit pun ia mengurungkan niatnya. "Aku tidak akan memintamu melakukan ini kalau saja aku punya pilihan lain. Kakakku, adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan aku. Kami sedarah dan setelah semuanya usai, anak itu akan menjadi milik kita, darah daging kita, hak waris kita yang sah. Tidak akan ada yang tahu soal ini selain kita bertiga." "Aku yakin bajingan itu tidak akan setuju dengan ide sintingmu." Liam tersenyum tipis. "Namanya Ralf. Dan dia tidak sepenuhnya bajingan. Lagipula, Sam, keputusan ini mutlak ada di tanganmu." ***