Awan, Hujan Dan Kenangan

Awan, Hujan Dan Kenangan

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 8, 2020
Hallo sebagian dari mereka mangatakan bahwa masa lalu hanya pantas untuk dilupakan namun, sebagian yang lain juga mengatakan bahwa masa lalu pantas pula untuk kita kenang segalanya tergantung apa yang menjadi bahan pertimbangan sama seperti awan dan hujan sebagian orang mengatakan bahwa awan sangat indah dan menenangkan sampai ia lupa memikirkan bahwa jika terlalu banyak awan yang ada Berkerumunan maka mendung yang akan awan itu ciptakan, dan gelapnya mendung akan menghilangkan keindahan yang dimiliki oleh awan,, dan terkadang ia juga lupa bahwa setelahnya akan datang hujan sebagian yang lain mengatakan bahwa hujan sangat menyenangkan sampai lupa bahwa jika hujanya terlaku kencang maka bahayalah yang akan datang. begitupun hidup,, segala yang indah juga memiliki titik habis indahnya segala yang berawal bahagia, tak jarang akan berahir sebuah luka. happy reading😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • bertemu stranger
  • Jejak Di Kota Kenangan
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT
  • Diantara Luka dan Pulih
  • Cinta Dua Arah ( On Going )✨
  • RAINAA [ ON GOING ]
  • HAPPY ✅
  • BENCI MENJADI CINTA? [END]
  • Cosmo:Rumah Masa Kecil : Update Bagian 13: Jalan Pendewasaan
  • " 𝑺𝒌𝒚-𝑹𝒂𝒊𝒏 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒆𝒔 𝑨𝒏𝒅 "

dengan hadirnya sosok istimewa dalam buku ini, kehadirannya menjadi bagian dari kenangan penuh makna. setiap halaman dipenuhi lembaran yang menggambarkan keistimewaannya, membawa pembaca menyelami kisah yang berarti. pertemuan yang diawali dengan cara lucu dan unik perlahan berkembang menjadi kedekatan yang hangat. aku menyukainya, menikmati setiap momen bersamanya. namun, seperti banyak kisah indah lainnya, kami harus berpisah. bukan karena hilangnya rasa, tetapi karena keadaan yang tak mengizinkan kami berjalan bersama. kini, yang tersisa hanyalah kenangan-tentang tawa, kebersamaan, dan perasaan yang pernah begitu kuat, namun kini hanya hidup dalam ingatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines