ZELINE

ZELINE

  • WpView
    LECTURAS 28,804
  • WpVote
    Votos 1,016
  • WpPart
    Partes 24
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, sep 16, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Ini tentang kisah seorang gadis yang tidak diterima keluarganya, memperjuangkan cinta namun cintanya memperjuangkan yang lain. Ini juga tentang kisah kekeluargaan dan persahabatan sang gadis, dimana nyata campur tangan sahabat baginya. Cerita seorang gadis yang suka bermain-main dengan kematian. Inilah kisah Abital Zeline Xavera. Gadis yang mengubah hidupnya, memperjuangkan takdir hidupnya agar berakhir dengan bahagia. --------- "Mati aja lo!" kesal Raffael. "Kamu mau aku pergi?" tanya gadis itu. Tak ada lagi isakan tangis keluar dari mulutnya. "IYA!" katanya kasar lalu mendorong sang gadis. "Maaf. Aku pamit. Terima kasih," katanya tersenyum kemudian berlalu pergi.... -Seharusnya aku tau kapan waktu untuk berhenti. Seharusnya aku tidak jatuh terlalu dalam dengan permainan bodoh ini. Salahku memang. Aku pamit. Kalau kamu rindu, lihat keatas dan tersenyumlah.- "Zey. Aku bakal jadi bintang kamu."
Todos los derechos reservados
#160
lupa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  •  HAZELA
  • Strong Girl Michella (END)
  • CAHAYA DI BALIK LUKA [END]
  • Perjalanan Hidup [END]
  • Kisah Akala
  • 27 FEBRUARI
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • STELLA (On Going)
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido