Sebuah Rahasia

Sebuah Rahasia

  • WpView
    LECTURES 494,695
  • WpVote
    Votes 2,879
  • WpPart
    Chapitres 13
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., août 7, 2025
Jika ada kesamaan nama tokoh, dan tempat itu karena hanya kebetulan Jika ada kesamaan dengan cerita author yang lain. mungkin fantasi liar kita sama. TERIMAKASIH
Domaine public
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Unwritten Lady
  • The Duke's Red String
  • A Family of Villains
  • LILY OF PROTEA
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • The Baby Isn't Supposed To Exist
  • Sin of The Villainess
  • Just let me live, Duke!

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu