[update Setiap Selasa, Jumat] Selama lebih dari seratus tahun, Adhi hidup dengan satu hal yang tidak pernah berubah-wajahnya.
Di saat semua orang menua, jatuh sakit, lalu meninggal, ia tetap terjebak di usia dua puluh lima tahun. Keabadian yang seharusnya menjadi anugerah justru berubah menjadi hukuman. Lebih buruk lagi, ia bahkan tidak mengingat alasan mengapa dirinya dikutuk.
Yang tersisa hanyalah mimpi.
Sebuah danau yang diselimuti kabut.
Bulan berwarna merah.
Dan seorang perempuan yang selalu menghilang sebelum wajahnya terlihat.
Selama puluhan tahun Adhi mencoba mencari arti dari mimpi-mimpi itu, hingga akhirnya ia memilih menyerah dan menikmati hidup yang tak pernah berakhir.
Namun semuanya berubah ketika ia bertemu dengan Hanin, seorang karyawan baru di perusahaan miliknya.
Sejak pertemuan pertama, mimpi yang telah lama menghilang kembali menghantui setiap malam. Anehnya, Hanin juga mulai mengalami mimpi-mimpi yang sama-tentang seorang perempuan kesepian yang berdiri di tepi danau, seolah sedang menunggu seseorang yang tak kunjung datang.
Semakin mereka mencoba mencari jawaban, semakin banyak masa lalu yang perlahan terungkap.
Tentang sebuah janji yang belum ditepati.
Tentang dosa yang telah terkubur selama lebih dari satu abad.
Dan tentang sebuah takdir yang mengharuskan salah satu dari mereka kehilangan segalanya demi menyelamatkan yang lain.
Bagaimana jika seseorang yang akhirnya membuatmu ingin hidup... justru menjadi alasan mengapa kau harus merelakan hidup itu sendiri?
Sebab terkadang, janji yang paling sulit ditepati bukanlah janji untuk mencintai seseorang.
Melainkan janji... untuk tetap bersamanya hingga akhir.
STORY BY SHELLASHINE
All Rights Reserved