penyampaian berharga

penyampaian berharga

  • WpView
    Reads 442
  • WpVote
    Votes 190
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 10, 2020
Untuk kalian, teman-teman Hari terus saja bergilir, setiap waktu kita lewati bersama, rintangan dan hambatan kita hadapi, tak mudah sudah mencapai titik ini, boleh kah aku berpesan? Jangan pernah lupakan bagaimana kita mengukir kenangan. Terlalu banyak canda tawa, suka duka, yang kita alami. Untuk kalian, teman-teman Terimakasih telah berjuang menggapai motto, visi, serta misi. terimakasih telah bertahan hingga titik ini. Tak banyak yang aku inginkan. Semoga kalian menjadi penulis hebat yang mampu menciptakan karya fantasi. Jangan menyerah, kita masih tetap menjadi keluarga. November, 2020 The wattpad community
All Rights Reserved
#8
admin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reinata
  • Perjuangan Hidupku
  • My Teacher My Husband
  • GREY
  • If I Stay✔
  • Dear Mr. Fantasy [END]✔
  • Alettha
  • || Alettna Caviora Leanorya ||
Reinata

Kau ingat saat kau bercerita tentang luka lamamu? Saat itu, aku begitu simpati padamu. Aku merasa kita memiliki kesamaan, kita pernah merasakan sakit yang sama. Aku pikir kita bisa saling menguatkan, saling menyembuhkan luka. Namun, kenyataannya jauh dari ekspektasiku. Kau justru mengulangi kesalahan yang sama, menusukku di tempat yang paling rapuh. Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal seperti itu. Kau telah menggores luka lamaku lebih dalam lagi, dan kali ini, aku tidak yakin bisa sembuh seutuhnya. Aku ingat betul bagaimana kita mulai. Aku membuka hatiku untuk memulai kembali bersamamu, menceritakan segala rahasia dan mimpi-mimpiku. Aku pikir kau adalah tempat yang aman untukku berbagi segalanya. Namun, naifnya aku, ternyata kepercayaan yang kubangun begitu mudahnya runtuh di tanganmu. Kau mengkhianatiku dengan cara yang paling menyakitkan, menusukku di saat aku paling lemah. Luka yang kau berikan jauh lebih dalam dari yang pernah kubayangkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines