sahwa & azka

sahwa & azka

  • WpView
    Reads 1,063
  • WpVote
    Votes 108
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 25, 2020
Gadis cantik sedikit barbar yang menaklukan hati beku si kutub menjadi cair tapi hubungan mereka yang tidak semulus lain nya apa kah mereka bisa mempertahan kan hubungan mereka ?.... "di gantungin Mulu " "mau di seriusin " "gk ah gak serius maless" "ok " ------------- Sahwa indraini Mecca gadis cantik ? Iya tinggi ?lumayan lah pintar ?iya mungkin semua komplit di diri nya tapi hanya saja salah mengunakan kepintarannya bukan nya rajin belajar malah bolos tp tetep pinter sih dia Antarazka wibawa putra most wanted ganteng dingin kaku tatapan tajam dan tidak tersentuh bisa takluk sama gadis cantik barbar yang tak tersengaja bertemu di koridor Aska itu Suka berantem Suka marah Berantem itu kek makanan sehari-hari deh marah ke siapa aja hehe klo minat baca yyaaaa hihih!!!!!!!
All Rights Reserved
#464
hubungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INSECURE LOVE (END)
  • GOOD GIRL AND BAD GIRL
  • THE CLIMB [Completed]
  • ZeanAra Love Hate [End]
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • LOVE STORY QIANARRA
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • VAVIN /VARO AND VINA
  • NOJAM & JAEMIN
  • The Altering Summer

[ YU DI FOLLOW DULU YUUU ] _AREA DI LARANG INSECURE!!!_ "Gue buruk banget ya?" lirihnya, bertanya ntah pada siapa. Fay tersadar, ia mengusap kasar air matanya. "Harus ya, semua cewek itu cantik? Harus ya, putih? Glowing? Nggak jerawatan? Body goals?" Fay menjeda ucapannya, lagi-lagi air matanya terjatuh. "Jika iya, berarti gue gagal jadi cewek? Gitu?" lirihnya lagi. Kali ini di barengi dengan isakan-isakan kecil. Fay menutup wajahnya dengan kedua tangannya, menangis terisak dalam diam. Menahan sesak yang seolah memenuhi rongga dadanya, dan bersiap akan meledak detik itu juga. Sudah cukup selama ini ia pura-pura kuat, sudah cukup ia pura-pura tidak peduli. Segala cibiran, hinaan, bahkan candaan yang di kemas dengan sangat rapi berisikan tentang segala kekurangannya, kini menumpuk menjadi satu. "Gue juga nggak mau terlahir dengan seperti ini, tapi gue bisa apa? Ini takdir gue, gue salah apa sama kalian? Gue nggak pernah hina kalian? Kalaupun kalian ngehina gue dengan alibi sebuah candaan, gue terima kan?" lirihnya lagi, semakin terisak. Ntahlah, katakan saja jika Fay lemah. Ya, memang lemah! Fay lemah! "Jangan sesekali lo nyalahin takdir, emang benar, banyak mulut yang ngehina fisik lo, dan lo nggak bisa hentiin mereka buat nggak ngehina lo. Lo cuma punya dua tangan, dan lo nggak bisa bungkam mulut mereka. Tapi, lo punya dua telinga, lo bisa fungsiin kedua tangan lo, buat nutup telinga lo. Jangan bodoh!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines