Starlight

Starlight

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Shanaya Almira Frederica,gadis yang kerap kali dipanggil Naya. Seorang siswa di SMA Pelita. Naya hanyalah perempuan biasa yang berjuang demi keberlangsungan hidupnya. Banyak rintangan yang Naya lalui. Serta Ia harus ikhlas menjadi korban bully di sekolah. Naya akui,ia terlahir dari keluarga yang sederhana. Tetapi ia tidak pernah ngeluh dengan itu semua. Karena Naya yakin,ini sudah menjadi takdirnya. Namun,semangat juangnya yang tinggi,membuat orang² di sekitarnya iri. Iri itu tanda tidak mampu bukan? Semua orang bisa menjadi bintang, tetapi tidak semua bintang bisa bercahaya terang. Bahkan di bawah langit penuh bintang pun kau tetap yang paling terang. Bintang takkan mampu gantikan matahari. Ia mampu menerangi tapi takkan kuasa menghangatkan hati. ~Shanaya Almira Frederica~ Cover by:
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUMANTARA
  • Rembulan Dan Seisinya
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Are we still Bestfriends?
  • Anya
  • LUKA [END]
  • Kronik Damas
  • Naura & Lukanya
  • SIMETRI
  • GRIZLEN {On Going}
BUMANTARA

PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines