STARLA(COMPLICATED)

STARLA(COMPLICATED)

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 4, 2020
gadis yang di benci oleh keluarga dan kerabatnya hanya sebuah kesalapahaman. dan di usir dari keluarga Kenneth. "ayah apa salah ku, kenapa kau selalu menyakitiku. ingin ku memeluk mu ayah". "PERGI KAU DARI RUANG KERJAKU!!!. DASAR ANAK TAK TAU DIRI! PERGI KAU SEKARANG!!. "kau PEMBUNUH! kau membunuh abang ku! pergi kau dari hadapan ku!!" "aku kecewa pada mu la..." "tenanglah,kamu gak bakalan sendiri disini. kami ad di belakang mu nak" "Abang janji bakalan selalu ada sama kamu. tapi kenapa waktu telah mengambil mu lebih dulu" "aku sayang kalian".
All Rights Reserved
#386
happyending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALTRUIST
  • Different [END]
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Dekapan
  • Light Of Happiness [✓]
  • Who am I?
  • Aseano Samudra [End]
  • Tikungunya
  • Alton
  • ARGALAND
ALTRUIST

Dimulai dari Nael anak berumur 9 tahun, yang harus mengikuti orang asing untuk tinggal bersamanya karena keluarganya, yang ternyata keputusannya untuk meningggalkan mansion yang ia anggap sebagai neraka malam itu, mengubah hidupnya, hidupnya yang semula redup kini mulai berwarna. -------- Ditengah malam yang sunyi di tengah hutan, lebih tepatnya mansion yang ada di tengah hutan, dentuman suara tembakan dan jeritan memilukan memecah keheningan. Langkah Seorang anak kecil berjalan masuk ke dalam mansion besar di depannya. Sepatunya tenggelam dalam genangan darah yang membanjiri halaman. Wajah manisnya tak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Langkah kaki kecilnya terlihat tenang dan wajahnya yang terlihat manis itu menatap kosong saat ia melihat halaman mansion yang sangat berantakan. Banyak darah dimana-mana, tubuh tubuh yg ia yakini adalah para bawahan keluarganya. Nael Arthemis Evandria, anak sulung keluarga Evandria, berjalan melewati tubuh-tubuh tak bernyawa yang berserakan. Darah segar mengalir di bawah kakinya, bercampur dengan tanah basah dan daun-daun yang terinjak. Bau logam menusuk hidung, tetapi bocah itu tetap tak terpengaruh. 'Masalah apalagi sekarang.' --------- Ikuti terus kisahnya..

More details
WpActionLinkContent Guidelines