Mystery Doors

Mystery Doors

  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 29, 2011
Audrey bored and tired of living in her old house. The house was already more than a century old. All her friends think she's weird being so close. Luckily she has loyal friends who accompanied her in her difficult circumstances. But who would have thought that her old house has a so many Mystery that must be solved. Audrey bosan dan jenuh tinggal di rumah tuanya. Rumah itu sudah lebih dari satu abad lamanya. Semua teman-temannya menganggap dia aneh karena begitu tertutup. Untungnya dia memiliki teman-teman setia yang menemaninya dalam keadaan sulitnya. Tapi siapa yang akan berpikir bahwa rumah tua nya memiliki berbagai Misteri yang harus diselesaikan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Kota Ini
  •    Rumah Kardus
  • Stepbrother? No Way!
  • The Spaces Between Our Words (TAMAT)
  • BROKEN CRAZY LOVERRA
  • Nom0r 12 [GEN 12]
  • Home
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • KELUARGA VAN DIJK
  • attention | 00 line

Hari ini, Ayah membawa kami pergi dari Ibukota dan memilih kota Yogyakarta sebagai tempat singgah sementara; katanya. Tepatnya di Rumah Oma yang terdapat keluarga besar yang dari dulu tinggal di sana. Canggung, banyak berpikir buruk tentang mereka karena sikap yang diperlihatkan. Di Jakarta saja Aku dengan Ayah, Bunda dan ketiga Adikku saja tidak memiliki hubungan yang begitu dekat. Apalagi di sini? Semakin asing dan terasa diasingkan. Namun, sepertinya mata dan hatiku sedang tertutup rapat selama di kota ini. Aku menganggap Yogyakarta bukanlah tempatku. Aku tidak bisa ada di sana. Apa kalian juga berpikir seperti itu? Pasalnya, ada beberapa manusia yang kutemui di sini, salah satunya si manusia itu. Dan kembali ke hal utamanya, mata dan hatiku sedang tertutup kala itu. Semua akibat terlalu gelisah mengenai rumah besar Oma ini, tentang segala yang berada di dalamnya. [[Cerita ini sedikit mengulik tentang perasaan seorang remaja perempuan yang mendapat peran sebagai kakak pertama. Dunianya hanya penuh dengan dirinya sendiri; fotografi salah satu di dalamnya. Namun, selalu terbesit dalam hatinya untuk berbicara pada dunia. Ia ingin lebih dari ia yang sekarang, ia selalu merasa tak pernah menjadi seorang kakak, ia tak pernah merasa menjadi sesosok teman, ia hanya ingin seperti manusia lain yang terlihat biasa saja dengan manusia lainnya. Tentu ingin menjaga keluarganya, bukan dengan tetap bungkam. Ia ingin bersuara dengan berjuta makna katanya. Namun, apakah bisa? Rasanya tidak kalau ia masih membuka mata dan hatinya untuk dunia; terutama orang-orang yang ia temui di Yogyakarta.]] Update setiap JUMAT👀

More details
WpActionLinkContent Guidelines