My Jolly Sailor

My Jolly Sailor

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 6, 2020
"William! Tunggu!" Teriak gadis bangsawan itu sambil mengejar pria berambut hitam tersebut, "William! Kumohon... jangan pergi aku tak masala-" William menutup mulut gadis itu dan menyeka air mata yang mengalir di pipi merah nya yang seperti buah plum. "Maria jangan menangis... aku akan membawakan mutiara itu untuk membuktikan kepada para bangsawan bodoh itu, bahwa aku pantas menjadi teman mu." 'DEG' Rasa sesak di dada Maria pun semakin meluap membuatnya terus menangis, "William jika kau menganggap ku sebagai TEMAN, maka kau tak perlu repot repot membahayakan nyawa mu demi ku!." Sejenak William menunjukan ekspresi sedih dan bingung, seperti mempertanyakan apakah yang ia lakukan ini salah? "Maria maaf...aku akan tetap pergi, kau bisa menganggap ku orang yang egois yang hanya mementingkan kedudukan. Namun percayalah aku tetap menjadi sahabat mu" William kembali berlari dan menaiki kapal nya, Maria hanya melihat kepergian William dengan wajah kecewa. 'William kau benar benar pembohong'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm More Than Just A Princess
  • goevendoces ( Alamat kelamin di usia 12)
  • Queen of Emperor [OPEN P.O]
  • ᴍʏ ʜᴜꜱʙᴀɴᴛ ʟᴏʀᴅ ᴛʜᴇ ᴅᴀᴠɪʟ// Tahap Revisi
  • [END] Meeting the Lord
  • The light of dandelion
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar

[Completed] Seorang gadis wibu bangun di tubuh puteri yang terabaikan. Steffani Alina, seorang gadis biasa yang menyukai para lelaki dua dimensi buatan Jepang itu tidak tau apa yang tengah terjadi padanya. Ia meninggal dalam kecelakaan tabrak lari sepulang membeli 'kebutuhan' wibunya. Namun saat ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah kamar mewah bernuansakan emas dengan kombinasi warna putih. Namun entah kenapa meski terlihat megah, kamar itu nampak tidak terurus. "tempat apa ini?!" ucapnya seraya menoleh ke kanan dan kiri dengan panik. Ia segera beranjak dari kasur megah itu, hendak keluar dari kamar yang begitu asing baginya. Namun saat ia melewati cermin besar yang berada di dekat kasur, betapa terkejutnya ia saat melihat pantulan dirinya di cermin. "in-ini... ini bukan aku!" ucapnya terkejut seraya menyentuh wajah cantik itu. Rambut pirang berkilau bagai kain sutera yang terbuat dari emas, mata sebiru langit di siang hari, kontur wajah kecil sempurna, bibir ranum merah muda alami, hidung bangir dan bentuk tubuh ideal. Sungguh impian para kaum hawa. ---//--- Namun semua itu tidaklah berarti, setelah ia mendapat memori dari si pemilik tubuh yang asli. "Isandra... sedih sekali hidupmu. Kematian mereka bukan salahmu, makhluk itu juga bukan keinginanmu" lirihnya. Namun sekian detik kemudian, matanya berkilat tajam, "aku harus merubah semuanya" ucapnya geram. ---//--- "hei, apa yang kau lihat?" tanya pemuda bersurai seputih awan dan mata sebiru langit. "Go-Gojo..." "hah? apa itu Gojo?" tanya pemuda itu penasaran saat Isandra menatapnya tanpa berkedip, seolah tengah melihat keajaiban. ---//--- "ya, Yang Mulia?" ucap Isandra. "... kapan kau akan memanggilku 'ayah'?" tanya Galen blak-blakan. "ya! Kenapa hanya Evan yang kau panggil kakak? aku juga kakakmu tau!" seru Percy. Isandra nampak kebingungan dan terkejut di saat yang bersamaan, 'kenapa jadi begini?!' batinnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines