Seyumanmu Yang Manis

Seyumanmu Yang Manis

  • WpView
    Lectures 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadTerminé mer., nov. 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Hey kawan, kenapa kaca foto ini pecah?" "Ah, itu tidak sengaja kujatuhkan" Aku menatap foto itu, sudah lama sekali aku tidak mengunjungi seseorang yang ada di foto tersebut. Mungkin besok, aku akan berkunjung. Entah bagimana kabarnya, aku harap dirinya baik-baik saja disana. Sungguh kenangan yang membuatku nostalgia saat aku melihat fotoku berdua dengannya itu.
Tous Droits Réservés
#548
lalu
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Kuas,Cat dan Cinta
  • Dear You
  • All The Small Thing
  • Dosen Resee!!!
  • KEANA
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Gara-gara ku
  • Gajelas(chanbaek)(gs)END✔✔
  • 𝟶𝟻. ʙᴇʜɪɴᴅ ɪɴ ᴛʜᴇ ᴍᴀsᴋ

Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu