Lluvia
  • Reads 67,504
  • Votes 6,928
  • Parts 28
  • Reads 67,504
  • Votes 6,928
  • Parts 28
Ongoing, First published Nov 05, 2020
Mature
[𝙊𝙣 𝙂𝙤𝙞𝙣𝙜]

Lluvia / Yu-vee-ah

Spanish (n.) Rain

Qaaley Wonwoo Aestas terlahir di era yang memandang kebebasan atas hitam dan putih, baik dan benar, kanan dan kiri sudah tidak lagi menjadi persoalan masyarakat. Kemerdekaan yang menaungi kota tercinta; El Fuego setelah 22 tahun lalu terjadi pertumpahan darah yang mengakibatkan dua familia kehilangan tanah asalnya, memaksa jiwa muda Wonwoo di usia 19 tahun mencari keadilan.

Terutama keadilan untuk empat kakak yang selamat dari persekusi Familia Dorado tahun 1993. Berbekal janji untuk membahagiakan sang Ibu yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, membawa keturunan terakhir yang hidup dalam cinta Familia Dorado ini berakhir di kota hujan, La Cascada.

Kota dengan sejuta cerita kelam. Penghuninya diisi pendosa dan jelmaan iblis sebab dibandingkan kampung halaman, La Cascada lebih pantas disebut kota manusia buangan. Tak hanya menemukan keluarga yang dicari, sebuah rahasia tentang diri Wonwoo yang sebenarnya terkuak, bahkan mengikat dalam sebuah takdir bernama Mingyu Dorado. Alpha tampan namun minim afeksi yang berhasil membuat Wonwoo kehilangan tujuan awal sampai menantang maut hanya karena tak sengaja terlibat hal sangat fatal.

Mampukah Wonwoo mengajak empat sisa Dorado kembali ke El Fuego?

Lluvia © mafiakangkung, 2021

Tag : Bahasa, bxb, omegaverse, NC18, mpreg, drama, mafia, and a little bit political thingy

Dont Like Dont Read!

Start : 02 Januari 2021
End :
All Rights Reserved
Sign up to add Lluvia to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dosa Ku cover
Rafa [End💗] cover
BABY CHANIE cover
After Graduation cover
Kesayangan Bunda cover
ELIO RILEY SERGEYEV cover
The Best Of Miracle cover
𝐒oerabaja, 1730 cover
antagonis wife  cover
He Fell First and She Never Fell? cover

Dosa Ku

72 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.