Argata
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 5, 2020
"Selamat pagi, cowok cuek tapi ngeselin," kata Ana. "Iyaa, udah sono. Ngapain sih di kelas gue?" tanya Devan dengan rasa malas. "Heh, Devin! Kenapa sih lo cuek banget sama Ana? Ana itu cewek lo!" kata Devi sahabat Ana, Ana pun langsung menarik Devi untuk pergi dari kelasnya Devan. Saat sampai di depan kelasnya Devin, Devi pun langsung melepaskan tangan Ana yang tadi menarik tangannya. "Na, apaan sih! Gue gak mau ya lo terus-terusan sabar kayak gini ngadepin dia yang gak tau diri banget!" kata Devi dengan nada yang kesal.u. Oh iyaaa, kamu sudah makan belum?" tanya Ana membalikkan topik. kepo ya sama cerita nya yukk baca jangan lupa di vote ya say🥰
All Rights Reserved
#11
goodmorning
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • Tingkat Tiga
  • Keangkuhan Cinta [END]
  • NVL school💛💜
  • Story Of Love (Completed)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • My Famous Boyfriend [Completed]
  • Sahabat Jadi Cinta [END]
  • Devan Dan Devina [Completed]
  • Essentialy Love (SELESAI)

Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines