Don't Ever Call Me Again

Don't Ever Call Me Again

  • WpView
    Reads 210
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 9, 2021
DON'T EVER CALL ME AGAIN "You don't deserve my image in your head. You don't deserve my memories in your chest"-Jamie Weise Zazwa seorang psikolog yang mendirikan Nat.emo, sebuah startup dengan aplikasi konseling kejiwaan membuat Karamina seorang influencer kesal karena mereka harus terbang ke Berlin di bulan Desember saat musim disana sedang dingin-dinginnya. Membuatnya harus bertemu dengan Prof. Dr-Ing. Dante Byakta Cayapata yang sangat mengesalkan. ------- "Apa kamu sadar yang sedang kamu lakukan Professor Akta?" tanya Karamina di puncak kemarahannya. "Ya, sedang memelukmu tentu saja. Stop calling me that, Kharamina. Panggil aku 'Mas' seperti biasa," kata Akta. "In your dream, Prof," kata Karamina dengan menendang tulang kering Akta agar terlepas dari pelukan pria itu dan segera berlalu meninggalkannya. -------- warning! alur maju mundur
All Rights Reserved
#6
startup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Virtual distancing
  • ℂ𝕠𝕟𝕧𝕖𝕟𝕚𝕖𝕟𝕔𝕖
  • after 30
  • Meneroka Jiwa
  • THE QUEEN : Love Hate and Blood (Hiatus)
  • Okay, We're Married on July
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Cita Cinta Jenna
  • she's my little grils
  • ⓂⒺⓃⒹⒶⓀⒾ ⓀⒶⓀⒾ ⓁⒶⓃⒼⒾⓉ

Udin: Lo masih suka ngirim meme gak? Nala diem. Mata fokus, hati bingung. "Ini cowok baru nyapa langsung tanya meme? Apa kabar dulu kek?" Tapi ya... itu memang Udin. Zaman dulu juga random-nya gak ada obat. Dia senyum kecil yang cepet ilang begitu mikir: "Gue beneran mau balesin dia lagi? Gak trauma, La?" Karena ya, dulu tuh Nala udah kayak customer tetap di restoran PHP: •Pesan harapan, •Dikirim kecewa, √Bayarnya pake overthinking. "Gue harus seneng gak, sih?' Dulu, Udin itu tempat dia kabur pas dunia nyata chaos. Tapi ternyata, cuma dia yang stay di dalam obrolan itu. Cuma dia yang invest feel. Cuma dia yang stay up mikirin lanjutan chat jam 3 pagi. Pas Udin tiba-tiba ngilang? Ya udah, Nala uninstall harapan. Log out dari rasa. Bersihin cache memori. Dari situ Nala belajar satu hal: expectation kills vibes. Tapi sekarang... Si Udin muncul lagi? "Ni orang beneran kangen? Atau cuma kehabisan konten di dunia nyata?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines