Ingat, Jangan Diulangi Lagi Ya!

Ingat, Jangan Diulangi Lagi Ya!

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 5, 2020
Ditengah-tengah candaan, permainan, ataupun kefokusan membaca para siswa dan siswi, mereka dikejutkan oleh bel sekolah yang berbunyi “ Upacara bendera segera dimulai, dimohon kepada para siswa siswi dan guru segera berkumpul di lapangan upacara”. Jam menunjukkan pukul tujuh, seluruh siswa dan siswi SMP Mondstadt meninggalkan kegiatannya lalu bergegas baris sesuai kelas masing-masing dan segera menuju ke lapangan upacara. Semuanya berbaris rapi dan tertib, namun ada satu anak yang tampaknya tidak bisa diam, yaitu Klee. Ada apa dengan Klee? Apa yang ia lakukan? Yuk baca kelanjutan cerpenku yaa! Makasi semuaa ✨
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Class: ExSiFo
  • Lelaki yang Menyimpan Senja di Matanya
  • Dead Come To Us
  • Nasi Dadar Z
  • Basecamp Anak Petakilan
  • 12 Titik Balik (END)
  • Ketos Park Jisung & Me
  • Lonceng Akhir yang Tak Pernah Berbunyi [TERBIT]
  • terlambat pulang

Ditempatkan di kelas yang dijuluki kelas keramat dan tak memiliki masa depan, membuat 24 anak itu menolak dengan keras. Bahkan peringkat 5 besar dalam satu angkatan yang seharusnya berada di kelas XI IPA 1, kini juga terdapar di kelas yang dipandang sebelah mata itu. Membuat hubungan pertemanan mereka tak bisa berjalan dengan mulus. Hinaan, cacian, ujaran kebencian seolah menjadi hal yang wajib mereka lontarkan kepada sesama penghuni kelas. XI IPA 4 Tempat dimana awal kisah mereka bermula. Segala masalah yang mereka terima tanpa mengetahui alasannya, ternyata memiliki dampak baik bagi mereka. Berusaha keras mengembalikan citra baik kelas, meski begitu banyak cobaan yang mereka temui sepanjang perjalanan. Hingga terungkaplah sebuah fakta yang cukup mengejutkan seisi sekolah. Akankah ke-24 siswa-siswi itu mampu berdamai dengan keadaan dan menjadi teman? Akankah mereka mampu mengembalikan citra baik kelas? Bagaimana lika-liku perjalanan mereka? Mari kita ikuti perjalanan mereka menuju kedamaian yang awalnya terasa tidak mungkin untuk terjadi~~

More details
WpActionLinkContent Guidelines