We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
F & V
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 5, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Aku menatap sekitar dengan panik. Saat aku melihat pintu, aku pun berdiri namun aku terdorong lagi oleh fabian yang menahanku agar tetap duduk di sofa. Kulihat matanya berang seperti binatang buas yang hendak menyantap mangsa nya. Bisa kulihat dia mati-matian menahan nafsunya. "Vio..." bisik nya ditelingaku Aku merinding mendengarnya. Fabian: Aku menginginkanmu. Semuanya. Dirimu hanya untuk aku seorang Violet: Harusnya aku menjauhimu tapi hati ku tidak mau menuruti otakku Haloo! ini cerita kedua mimin jadi mohon maaf ya kalau ada salah-salah kata atau ada hal yang tidak tersampaikan dengan baik. Kalau suka mohon komentar nya jangan lupa di follow juga! Happy Reading! :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm More Than Just A Princess
  • Once Upon a Dream
  • INCANTO (Tamat)
  • Villainess Illusion
  • Edgar Vaske
  • DUNIA FLORA
  • Turn (Never lose hope)
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • Misterius Boy

[Completed] Seorang gadis wibu bangun di tubuh puteri yang terabaikan. Steffani Alina, seorang gadis biasa yang menyukai para lelaki dua dimensi buatan Jepang itu tidak tau apa yang tengah terjadi padanya. Ia meninggal dalam kecelakaan tabrak lari sepulang membeli 'kebutuhan' wibunya. Namun saat ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah kamar mewah bernuansakan emas dengan kombinasi warna putih. Namun entah kenapa meski terlihat megah, kamar itu nampak tidak terurus. "tempat apa ini?!" ucapnya seraya menoleh ke kanan dan kiri dengan panik. Ia segera beranjak dari kasur megah itu, hendak keluar dari kamar yang begitu asing baginya. Namun saat ia melewati cermin besar yang berada di dekat kasur, betapa terkejutnya ia saat melihat pantulan dirinya di cermin. "in-ini... ini bukan aku!" ucapnya terkejut seraya menyentuh wajah cantik itu. Rambut pirang berkilau bagai kain sutera yang terbuat dari emas, mata sebiru langit di siang hari, kontur wajah kecil sempurna, bibir ranum merah muda alami, hidung bangir dan bentuk tubuh ideal. Sungguh impian para kaum hawa. ---//--- Namun semua itu tidaklah berarti, setelah ia mendapat memori dari si pemilik tubuh yang asli. "Isandra... sedih sekali hidupmu. Kematian mereka bukan salahmu, makhluk itu juga bukan keinginanmu" lirihnya. Namun sekian detik kemudian, matanya berkilat tajam, "aku harus merubah semuanya" ucapnya geram. ---//--- "hei, apa yang kau lihat?" tanya pemuda bersurai seputih awan dan mata sebiru langit. "Go-Gojo..." "hah? apa itu Gojo?" tanya pemuda itu penasaran saat Isandra menatapnya tanpa berkedip, seolah tengah melihat keajaiban. ---//--- "ya, Yang Mulia?" ucap Isandra. "... kapan kau akan memanggilku 'ayah'?" tanya Galen blak-blakan. "ya! Kenapa hanya Evan yang kau panggil kakak? aku juga kakakmu tau!" seru Percy. Isandra nampak kebingungan dan terkejut di saat yang bersamaan, 'kenapa jadi begini?!' batinnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines