Bestfriend Or Love

Bestfriend Or Love

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 21, 2020
Kristal. Benda yang terpajang rapi di lemari buku Aninda Natalia, remaja yang masih berusia 18 tahun itu, ternyata menyimpan sebuah kekuatan. Siapapun yang memilikinya bisa membuat mereka kekal, yakni tidak bisa mati oleh sebab apapun. Benda yang memiliki cahaya berwarna biru itu menjadi incaran banyak orang di luar sana yang menginginkannya. Aninda dan teman-temannya tidak mengetahui kekuatan apa yang tersimpan di dalam kristal itu. Namun, mereka memiliki insting bahwa benda berkilau itu harus dijaga agar tidak jatuh ke tangan orang yang tidak tepat. Hingga suatu hari, mereka dihadapkan dengan musuh orang tua Aninda. Awalnya membuat Aninda bingung tentang benda itu. Akhirnya, ia dan teman-temannya mulai menyelidiki hal itu. Kira-kira hal apakah yang akan terjadi dengan Aninda cs? Akankah mereka mampu menjaga kristal warisan leluhur itu?
All Rights Reserved
#471
mylife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 12 Titik Balik (END)
  • Sa Vie [Completed]
  • Gara-gara REUNI
  • INDIRAKSA
  • STARLIT REVERIES
  • First Place In My Heart
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ��βœ” | FIN
  • Menggapai Bintang

(Sudah revisi) SMA Garuda Merah, sekolah megah penuh ambisi, kini menjadi kandang maut bagi dua belas jiwa muda. Dalam satu malam penuh misteri, gerbang terkunci, listrik padam, dan suara Kepala Sekolah menggemakan perintah mematikan: "Bertahanlah, atau hancur bersama waktu." Aneth, gadis tangguh namun rapuh, harus memimpin teman-temannya menari di ujung pisau. Persahabatan diuji, cinta dipertaruhkan, dan pengkhianatan berbisik di setiap sudut gelap lorong sekolah. Malam-malam panjang penuh teriakan dan isak tangis, membuat solidaritas pecah. Saat darah membasuh lantai sekolah, dan satu per satu nyawa direnggut, Aneth sadar: di permainan ini, tidak ada pahlawan - hanya korban dan pengkhianat. Di ujung segalanya, saat tubuh-tubuh yang dulu hangat kini membeku, Aneth berdiri sendiri, menggenggam bendera yang kini basah oleh darah. Dari balik jeruji tak kasat mata, ia menyadari: yang tersisa dari hidup bukan kemenangan, melainkan luka yang abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines