EPIPHANY : I Love You

EPIPHANY : I Love You

  • WpView
    Reads 3,896
  • WpVote
    Votes 3,119
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 12, 2023
Aksa dengan sadar menari di antara perasaan Renjana, meninggalkan jejak yang hangat namun tak pernah menetap, sementara Gemintang menjadi pelabuhan hatinya, meski hanya untuk singgah sementara. ___________________ ____________ Renjana Allezaya hanyalah gadis yang dipandu oleh renjanya sendiri untuk mencintai seorang pemuda. Namun, takdir tak menoleh padanya; saat tatapannya bersentuh dengan Aksa, hatinya terasa bagai rembulan yang merindu gemintang-dekat di pandangan, tapi terhampar oleh jarak yang membentang tak bertepi di langit raya. (ON GOING) ( REVISI PERTAMA )
All Rights Reserved
#310
aksa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kemana Arah Pulang?
  • Senja Jadi Sendu (END)
  • Hai, Rain || HUANG RENJUN
  • Rahasia Dibalik Persahabatan
  • My life
  • BINTANG AKSENA (End) ✓
  • Renjana [COMPLETED]
  • Guntur di kala Mentari
  • RUMAH;Menata Hati yang Hampir Mati

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines