Berawal Dari Kulit Pisang🍌

Berawal Dari Kulit Pisang🍌

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 3, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
[Nct dream /00 line] "Akhh, sialan. Siapa yang buang kulit pisang sembarangan di sini?!" Teriak seorang pemuda yang menggema di koridor. Sontak, Alanza langsung menoleh kebelakang. Matanya terbelalak saat melihat pemandangan di depannya. Bastian, yang merupakan salah satu cowok populer di kampusnya, telah terjerembab mencium lantai dengan mengenaskan. Hebatnya semua itu terjadi akibat kecerobohannya. Telunjuk Bastian mengarah langsung ke arah Alanza. Matanya mendelik tajam, ibarat sebuah pisau, mungkin tubuh Alanza sudah bersimbah darah sekarang. "Lo, pasti lo pelakunya kan?" Tamatlah riwayatnya. Alanza tidak dapat lagi berkutik, karna barang bukti yang ada di tangannya. Dengan gemetar ia berusaha menyembunyikan sisa pisang yang belum dia habiskan, walau Alanza tau, bahwa itu semua sia sia. Baiklah, Alanza yakin ini tidak akan berakhir dengan mudah. Karna Bastian bukanlah orang yang akan berbaik hati memaafkannya dengan mudah, begitu pun dengan teman temannya yang mengerikan. Welcome to the hell Alanza. _____________________________________ Start 18 october 2021 Copy right : Meylisa Putri
All Rights Reserved
#17
wattpad2021
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • P A C A R | Mark✔
  • This is Not A Good Love Story [COMPLETED]
  •  Putar Balik
  • (ADC) Antariksa's Detective Club 1.0 -New Member?「Completed √」
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • Ramadhan With Barudak
  • Dia Arsen (END)
  • Oh, My Bad Husband!  (TAMAT)
  • [γ] Secret Fiancée | ON-GOING

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines