Catatan Terakhirku

Catatan Terakhirku

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 21, 2020
Aku, ya Aku. Mungkin Aku lahir dan besar di tempat yang salah. Terlahir tidak diinginkan dan tumbuh tanpa kasih sayang yang utuh membuatku merasa seperti sebatangkara ditengah keramaian. Keluarga?? Ada... Saudara?? Punya... Teman?? Beberapa.... Semua indah sampai Aku mengetahui bahwa Aku bukan anak dari ibu yang membesarkan dan yang selalu ada untukku. Ketika Ibu pergi, semua memperparah keadaan. Aku memilih keputusanku yang saat itu Aku anggap sebagai yang terbaik untuk semuanya, walaupun bukan yang terbaik untukku karena ada beban besar yang Aku tanggung dan Aku sanggupi. Beban yang akhirnya membuatku merasa bersalah karena memilih pergi. Apakah Aku bisa menyelesaikan semuanya?? atau Aku makin terpuruk karenanya?? Sepenggal Kenangan yang tak mampu kusampaikan pada Mu...
All Rights Reserved
#18
aboutme
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • philopobhia
  • Coming Home (CABACA.ID)
  • When Mom Knows Us
  • Saya, Awak dan Malaysia Kala Itu
  • Tentang Kota Ini
  • unexpected
  • Ruby Kaesta V Or G  [TERBIT]

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines